Dewi menjelaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko dalam pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman serta mendukung keberlangsungan usaha.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai organisasi pengusaha maupun komunitas bisnis agar edukasi mengenai manfaat program dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Ketua Kadin Kota Tasikmalaya terpilih, Muhammad Abdul Karim, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai perkembangan dunia usaha harus berjalan sejalan dengan pemenuhan hak dasar pekerja.
Baca Juga:Jelang HUT Ke-36, JNE Gandeng Muklay Sulap Armada Jadi Galeri Seni Berjalan Bertema Melesat HebatJG Motor Tasikmalaya Andalkan Penjualan Digital, 60 Persen Transaksi Berasal dari Online
Menurut Karim, pengusaha tentu memiliki target untuk mengembangkan bisnis, tetapi aspek kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja tidak boleh diabaikan. Perlindungan pekerja menjadi salah satu unsur penting dalam membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Kadin Kota Tasikmalaya, lanjutnya, siap berperan sebagai penghubung antara BPJS Ketenagakerjaan dan para pelaku usaha agar komunikasi serta kerja sama dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Ketua BPC Hipmi Kota Tasikmalaya, Arif Hidayat Putra, menyoroti pentingnya edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengusaha muda.
Menurut Arif, banyak pengusaha muda yang mulai mengalami pertumbuhan bisnis dan melakukan perekrutan karyawan. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai perlindungan tenaga kerja menjadi semakin penting agar perkembangan usaha tetap berjalan dengan tata kelola yang profesional.
Hipmi Tasikmalaya berkomitmen mendorong para anggotanya untuk membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keamanan dan kesejahteraan pekerja.
Kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan, Kadin, dan Hipmi Tasikmalaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Kolaborasi tersebut ditargetkan berkembang menjadi program edukasi berkelanjutan yang mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Kota Tasikmalaya. (rls)
