Menurutnya, kebutuhan pengembangan kompetensi ASN tidak dapat disamaratakan. Setiap aparatur memiliki kapasitas, potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda sesuai dengan tugas serta kebutuhan organisasi.
Karena itu, ASN yang saat ini berada pada posisi tertentu tetap dapat memiliki peluang pengembangan apabila kompetensi dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Nanti kita lihat datanya, mana yang memang memiliki urgensi terhadap peningkatan kinerja organisasi,“ katanya.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat
Dari hasil pemetaan tersebut, BKPSDM dapat mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan penguatan. Hasilnya kemudian dapat menjadi dasar dalam menentukan program pengembangan kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan ASN dan organisasi.
Diki berharap hasil profiling tidak berhenti sebagai data administratif. Pemetaan tersebut harus ditindaklanjuti agar memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi dan karier ASN.
“Pada akhirnya, pemetaan ini diharapkan dapat membantu Pemkab Ciamis menempatkan dan mengembangkan aparatur berdasarkan kompetensi serta potensi yang dimiliki. Langkah ini sekaligus memperkuat penerapan manajemen talenta yang berbasis data,“ ujarnya. (riz)
