Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!

Mukota kadin
Kebersamaan Agus Nugraha, Endang Rusyanto dan Alif Hamzah dalam kegiatan Mukota Kadin Kota Tasikmalaya
0 Komentar

Kalender organisasi rupanya lebih keras kepala daripada manusia. Tanggal 12 tetap tanggal 12. Surat boleh datang bergantian. Panitia boleh tumbang. Orang boleh mundur. Tetapi kalender tidak punya tombol mundur.

Lalu pertanyaan yang lebih besar muncul. Apa sebenarnya yang dikejar Kadin Jawa Barat dalam Mukota ini? Mengapa ketika ada usulan penundaan, jawabannya tidak berubah?

Mengapa berbagai pertanyaan tidak semuanya mendapatkan penjelasan terbuka?

Mengapa ketidakhadiran sejumlah pengurus Kadin Kota Tasikmalaya tidak kemudian menjadi alasan untuk menghentikan proses?

Baca Juga:Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!

Dan mengapa Mukota harus tetap dilaksanakan pada tanggal yang sudah ditentukan? Apakah yang dikejar adalah ketepatan jadwal? Ataukah kepastian hasil? Dua-duanya tentu boleh.

Tetapi publik berhak tahu. Sebab semakin besar kekuasaan yang digunakan untuk mengawal sebuah proses, semakin besar pula kebutuhan untuk menjelaskan proses tersebut.

Kekuasaan tanpa penjelasan mudah berubah menjadi prasangka. Padahal prasangka itu seperti utang. Semakin lama tidak dibayar, semakin besar bunganya.

Namun ada satu hal yang patut dicatat. Tiga orang tadi berhasil melakukan sesuatu yang sering gagal dilakukan oleh politisi: mereka melupakan perbedaan lama untuk duduk dalam satu kepentingan baru.

Dulu berbeda. Sekarang bersama. Dulu berseberangan. Sekarang satu meja. Dulu sama-sama kalah dalam pertarungan Pilkada.

Sekarang ikut mengantarkan seseorang menuju kemenangan aklamasi. Itulah politik. Ia bisa memecahkan persahabatan. Tetapi ia juga bisa menyatukan orang yang pernah berbeda. Tergantung siapa yang sedang membutuhkan siapa.

Akhirnya Mukota V selesai. MAK menang. Secara aklamasi. Tiga SC menjalankan tugasnya. Kadin Jawa Barat berhasil memastikan agenda tetap terlaksana.

Baca Juga:MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten TasikmalayaKadin, Kursi Rp100 Juta dan Kartu Merah!

Tetapi cerita belum tentu selesai. Sebab setelah tepuk tangan kemenangan berhenti, pertanyaan publik biasanya justru mulai terdengar. Mengapa tiga orang itu? Siapa yang memilih mereka? Apa dasar pertimbangannya?

Dan apa yang sebenarnya ingin dicapai Kadin Jawa Barat dari Mukota yang begitu keras dipertahankan jadwalnya? Karena dalam organisasi, kemenangan adalah hasil.

Tetapi proses adalah sejarah. Hasil bisa ditulis satu baris. Proses bisa menjadi satu buku. Dan kadang, justru buku itulah yang paling banyak dibaca orang.

0 Komentar