Tak Mau Jadi Objek Uji Coba, PKL Dadaha Kota Tasikmalaya Minta Kepastian Relokasi

PKL Dadaha, DPRD Kota Tasikmalaya
Para pedagang Dadaha melakukan audiensi ke DPRD Kota Tasikmalaya menuntut kepastian relokasi, Kamis (10/9/2026). (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini mencari nafkah di Dadaha menuntut kepastian terkait nasib mereka di tengah penataan yang sedang berjalan. Mereka tidak mau jika kebutuhan perut mereka disepelekan oleh pemerintah dengan menjadikan objek uji coba.

Permintaan itu disampaikan para pedagang saat mengikuti audiensi bersama DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka berharap penataan kawasan Dadaha tidak dilakukan secara terburu-buru, terutama sebelum lokasi relokasi benar-benar disiapkan secara matang.

Ketua Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro Kompleks Dadaha, Asep Dadan, mengatakan para pedagang pada prinsipnya tidak menolak penataan kawasan Dadaha. Mereka justru mendukung upaya pemerintah menciptakan kawasan olahraga dan rekreasi yang lebih tertib, nyaman, serta menarik.

Baca Juga:Kadin, Kursi Rp100 Juta dan Kartu Merah!Malik Mahpud dan Burung Macaw!

Namun, menurutnya, penataan harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekonomi para pedagang yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas berjualan di kawasan tersebut.

“Jangan sampai perut kami dijadikan uji coba. Kami meminta kejelasan terlebih dahulu, terutama mengenai tempat berjualan setelah penataan dilakukan,” ujarnya.

Asep menyebutkan, berdasarkan pendataan paguyuban, terdapat sekitar 179 pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan Dadaha. Para pedagang berharap pemerintah tidak hanya memberikan rencana relokasi di atas kertas.

Lokasi yang ditawarkan harus benar-benar siap digunakan, memiliki akses yang baik dan mampu mendukung aktivitas perdagangan.

Menurut dia, sejumlah opsi lokasi memang sempat muncul, termasuk kawasan sekitar GOR bagian belakang dan lokasi selter. Namun, sampai saat ini para pedagang masih membutuhkan kepastian mengenai lokasi mana yang akan ditetapkan dan bagaimana mekanisme pemindahannya.

“Kami tidak menolak penataan. Kami siap membantu menjaga kondisi Dadaha agar tetap nyaman. Tetapi perencanaannya harus jelas dan melibatkan pedagang,” katanya.

Selain meminta kepastian lokasi, para pedagang juga menyatakan kesediaannya mengikuti aturan pemerintah apabila nantinya diberikan tempat berjualan yang legal dan layak. Bahkan, mereka mengaku siap membayar retribusi sebagai bentuk kontribusi terhadap pemerintah daerah.

Baca Juga:PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk PrioritasMeski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan Anjlok

“Kalau untuk membayar retribusi, kami siap. Saya juga ingin berkontribusi,” kata Asep.

Para pedagang juga meminta pemerintah menghadirkan perwakilan yang memiliki kewenangan mengambil keputusan dalam pembahasan relokasi. Hal itu dinilai penting agar persoalan tidak terus berlarut tanpa kepastian.

0 Komentar