Ratusan Siswa SD di Padaherang Pangandaran Diajak Main Permainan Tradisional 

Permainan tradisional, sd pangandaran
Dua kelompok siswa SD bertanding terompah panjang atau bakiak yang merupakan salah permainan tradisional, Kamis (10/9/2026)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Ratusan pelajar sekolah dasar (SD) di Kecamatan Padaherang, mengikuti permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di era digital. Hal ini dipercaya bisa membuat mereka bisa lebih bergerak secara fisik dan mengasah kreativitas.

‎Ada lima permainan tradisional yang dimainkan para pelajar, yakni bakiak, hadang, jajangkungan, dogongan dan sumpitan.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Padaherang Wahyudi Yulianto mengatakan, slah satu permainan yang menarik perhatian adalah sumpitan. Dalam permainan ini, peserta harus membidik sasaran menggunakan alat sumpit dari jarak 15 meter.

Baca Juga:Malik Mahpud dan Burung Macaw!PKL Dadaha “Diseleksi” Tim Penataan Kota Tasikmalaya! Dari 179, Hanya Sekitar 50 yang Masuk Prioritas

‎”Atlet itu membidik sasaran. Tentunya kalau ingin nilainya tinggi pasti di angka yang tertinggi,” katanya kepada Wartawan Kamis (10/9/2026).

‎Menurutnya, dalam papan sasaran terdapat angka 1 hingga 10. Semakin tepat peserta mengenai angka dengan nilai tinggi, semakin besar pula poin yang diperoleh.

‎Alat sumpit yang digunakan terbuat dari bambu maupun fiber. Namun, sebagian besar peserta menggunakan sumpit berbahan fiber.

‎Selain sumpitan, ada pula permainan dogongan yang mengandalkan kekuatan fisik. Berbeda dengan tarik tambang yang menggunakan tali, dogongan menggunakan bambu sebagai alat untuk beradu tenaga.

‎Dua peserta saling mendorong bambu. Peserta yang terdorong hingga melewati garis batas dinyatakan kalah. “Jadi adu tenaga saja. Para atlet diadu tenaga, saling mendorong. Mana yang terdorong sampai melewati batas garis yang sudah ditentukan, itulah yang kalah. Yang terkuat yang menang,” paparnya.

‎Permainan lainnya adalah egrang atau yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai jajangkungan. Peserta harus berjalan hingga berlari menggunakan bambu sambil menjaga keseimbangan.

‎Dalam perlombaan tersebut, peserta yang mampu mencapai garis akhir paling cepat menjadi pemenang. “Egrang ini permainan yang menyenangkan. Tentunya melatih keseimbangan. Kita menggunakan bambu, kalau di Sunda itu jajangkungan,” ujarnya.

Baca Juga:Meski Jalur Ditutup Demi Penataan, PKL Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan Walau Pendapatan AnjlokMisi Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Dinilai Tidak Realistis

‎‎Sementara permainan hadang dimainkan secara beregu. Para peserta dituntut bekerja sama melewati penjagaan tim lawan untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya.

‎Pemain harus mampu melewati rintangan tanpa tersentuh oleh anggota tim lawan yang bertugas sebagai penjaga. “Untuk permainan hadang ini permainan beregu. Tentunya untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan. Membutuhkan tim yang solid untuk meraih poin sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

0 Komentar