Kepala Puskesmas Cisaga, Darjo Untoro, S.KM., bersama jajaran tenaga kesehatan menyampaikan sejumlah masukan yang dinilai penting untuk penyempurnaan aplikasi SEHATIN. Salah satu perhatian utama adalah tampilan dan kemudahan penggunaan aplikasi.
Pihak puskesmas menilai sistem harus memiliki antarmuka yang sederhana sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh kader posyandu dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan teknologi.
Selain persoalan tampilan, kondisi jaringan internet di sejumlah wilayah juga menjadi bahan pembahasan. Aplikasi diharapkan tetap memberikan fleksibilitas kepada kader ketika melakukan pencatatan di daerah yang memiliki keterbatasan atau gangguan jaringan internet.
Baca Juga:Magnet Pilpres 2029 Menguat, Waketum Golkar Ahmad Doli Tangkap Sinyal dari AHYDPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 Triliun
Masukan lainnya berkaitan dengan format laporan. Sistem digital yang dikembangkan diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan pelaporan kesehatan serta standar yang berlaku di lingkungan Dinas Kesehatan.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim dosen Unsil untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Tim pengabdi juga berkomitmen memberikan pendampingan secara berkala agar penggunaan aplikasi tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai.
Andi menegaskan, keberhasilan digitalisasi posyandu tidak hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi. Faktor kemudahan penggunaan, kesiapan sumber daya manusia, serta kesesuaian sistem dengan kebutuhan kader dan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Melalui pengembangan aplikasi SEHATIN dan kolaborasi bersama Puskesmas Cisaga, tim dosen Unsil berharap proses pelayanan dan pemantauan kesehatan ibu serta anak dapat semakin efektif.
Digitalisasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran kader posyandu dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak dan mendukung berbagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader posyandu diharapkan dapat terus berlanjut sehingga pemanfaatan teknologi kesehatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu langkah dalam menciptakan generasi yang sehat serta bebas stunting. (ujg)
