Saat Mal di Kota Besar Mulai Sepi, Tasikmalaya Justru Makin Ramai di Akhir Pekan

Mal di Kota Besar
Pengunjung Plaza Asia Tasikmalaya saat berbelanja di area supermarket, Selasa (8/9/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah lesunya kunjungan sejumlah mal di kota besar saat akhir pekan, pusat perbelanjaan di daerah justru menunjukkan geliat berbeda. Tasikmalaya menjadi salah satu contoh ketika mal tetap dipadati pengunjung, bahkan mengalami peningkatan aktivitas pada Sabtu dan Minggu karena menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) wilayah Tasikmalaya-Cirebon Lucy Sosilawaty.

Gambaran mengenai perbedaan pola kunjungan itu terlihat ketika Lucy membandingkan kondisi mal di Karawang dengan Tasikmalaya. Menurut dia, karakter masyarakat yang menjadi pasar pusat perbelanjaan di kedua daerah tersebut membuat tingkat kunjungan bergerak dengan pola yang berbeda.

Baca Juga:Start dari Pit Lane, Rheza Danica Ciptakan Kejutan di ARRC Sepang 2026 dan Bawa AHRT Kokoh di Puncak KlasemenDianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta, Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Sampaikan Pesan

“Kota-kota besar malnya itu kalau weekend sudah mulai turun. Kalau kita ramai. Contohnya di Karawang, kalau weekdays itu ramai karena memang orang-orangnya banyak yang bekerja di situ. Tapi kalau weekend mereka pulang ke daerah masing-masing. Kalau kita kan weekdays tetap ramai, weekend malah lebih ramai,” katanya.

Kondisi Tasikmalaya tidak terlepas dari posisinya sebagai salah satu pusat perekonomian dan hiburan di kawasan Priangan Timur. Aktivitas perdagangan dan jasa di kota ini tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi tujuan warga dari daerah sekitar, seperti Ciamis, Banjar, Garut, hingga Pangandaran.

Jangkauan pasar tersebut membuat pusat perbelanjaan di Tasikmalaya memiliki basis pengunjung yang lebih luas. Mobilitas masyarakat dari berbagai daerah turut menghidupkan aktivitas pusat kota, terutama pada akhir pekan ketika masyarakat datang ke Tasikmalaya untuk berbelanja, makan, maupun mencari hiburan.

Perubahan itu juga mulai terasa dalam hubungan antara pengelola pusat perbelanjaan dan pelaku usaha yang ingin membuka gerai.

Berdasarkan pengalamannya, Lucy mengatakan situasi yang terjadi sekarang berbeda dibandingkan ketika ia mulai mengembangkan bisnis pusat perbelanjaan di Tasikmalaya. Jika sebelumnya pengelola harus aktif mendatangi dan menawarkan tempat kepada berbagai brand agar mau membuka gerai, kini kondisi tersebut justru berbalik.

“Sekarang mah saya didatangi terus itu. Malah mereka yang datang sendiri. Jadi mereka datang, tanya ada space atau enggak, bisa masuk atau enggak. Bahkan ada beberapa brand yang waiting list karena space-nya memang terbatas,” ujarnya.

0 Komentar