Menurutnya, perubahan itu membuat pengelola harus semakin selektif dalam menentukan tenant yang akan masuk. Tidak semua pelaku usaha dapat ditempatkan begitu saja karena komposisi tenant perlu disesuaikan dengan karakter pengunjung dan usaha yang telah lebih dulu beroperasi di dalam mal.
Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi salah satu hal yang kini diperhatikan pengelola pusat perbelanjaan dalam menentukan strategi bisnisnya. Lucy melihat perubahan itu cukup berpengaruh terhadap kategori usaha yang berkembang di dalam mal.
“Kalau sekarang orang lebih selektif untuk membeli barang. Tapi kalau untuk makan, minum, entertainment, mereka masih mau,” katanya.
Baca Juga:Start dari Pit Lane, Rheza Danica Ciptakan Kejutan di ARRC Sepang 2026 dan Bawa AHRT Kokoh di Puncak KlasemenDianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta, Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Sampaikan Pesan
Perubahan pola belanja konsumen itu turut tercermin dari perkembangan sektor food and beverage (F&B) yang kini semakin mendominasi komposisi tenant di pusat perbelanjaan. (Fitriah Widayanti)
