Mourinho bahkan mengaku terkejut Inter belum kembali memenangkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.
“Satu-satunya kejutan dalam beberapa tahun terakhir adalah mereka belum memenangkan Liga Champions,” ungkapnya.
Pertandingan ini juga mempertemukan Mourinho dengan Cristian Chivu, mantan pemainnya di Inter yang kini menjadi pelatih Nerazzurri.
Baca Juga:Lazio ke Puncak Klasemen, Frattesi: Saya Kesal Saat DigantiAssane Diao Bukti Kecerdikan Como di Bursa Transfer: Beli Rp208 Miliar, Tak Dijual Meski Ditawar Rp1 Triliun
Mourinho mengaku sudah melihat gairah Chivu terhadap dunia kepelatihan sejak sang pemain masih menangani tim junior.
“Memang sulit mengatakannya ketika dia masih menjadi pemain. Saya memiliki banyak kontak dengannya ketika dia melatih tim Primavera. Saat itu saya sudah memahami hasratnya,” jelasnya.
Real Madrid menghadapi pertandingan ini dengan kondisi lini tengah yang tidak ideal. Tiga pemain disebut harus absen karena skorsing, yakni Bernardo Silva, Arda Guler, dan Eduardo Camavinga.
Situasi tersebut membuat Mourinho sedikit bercanda ketika ditanya mengenai kondisi skuadnya.
“Meski kami memiliki tiga pemain yang terkena skorsing, pertandingan tetap 11 melawan 11. Ini berat, sangat berat,” akunya.
Kemudian, Mourinho melontarkan candaan yang mengundang tawa.
“Saya pikir orang yang menyusun urutan pertandingan ini adalah orang Italia,” ujar Mourinho sambil tertawa.
Candaan tersebut mengacu pada status Inter sebagai klub Italia sekaligus beratnya jadwal yang harus dihadapi Real Madrid sejak awal Liga Champions.
Baca Juga:Mourinho Larang Endrick Pindah ke AC Milan: Rossoneri Coba Lagi JanuariSandro Sabatini: AC Milan Kecewa Juventus Punya Tujuh Nyawa
Bagi Mourinho, pertandingan melawan Inter bukan hanya soal tiga poin. Duel ini juga menjadi pertemuan emosional dengan klub yang pernah membawanya meraih pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya.
