RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia Sandro Sabatini menilai AC Milan patut kecewa setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol penyama kedudukan Juventus pada menit-menit akhir.
Milan sempat unggul 1-0 melalui Alphadjo Cisse. Namun, Federico Gatti mencetak gol pada menit ke-92 untuk membuat pertandingan berakhir 1-1.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menggambarkan Juventus seperti memiliki “tujuh nyawa” karena kembali lolos dari kekalahan pada saat-saat terakhir.
Baca Juga:Daftar Pemain Terburuk Juventus dan AC Milan Usai Bermain Imbang 1-1Daftar Tiga Pemain Terbaik AC Milan saat Ditahan Imbang Juventus 1-1
“Juventus memiliki tujuh nyawa seperti kucing. Atau ‘hingga akhir’, tergantung slogan mana yang bisa digunakan,” tulis Sabatini.
Menurutnya, Juventus benar-benar diselamatkan oleh gol Gatti yang datang secara tidak terduga ketika pertandingan hampir berakhir.
“Namun, satu hal yang pasti: hanya gol Gatti, yang tidak terduga dan tercipta praktis pada detik-detik terakhir, menyelamatkan tim Luciano Spalletti dari kekalahan yang, secara keseluruhan, sebenarnya tidak akan sepenuhnya layak jika melihat produksi permainan mereka,” lanjutnya.
Sabatini menilai Juventus memang menciptakan lebih banyak peluang, sehingga hasil imbang bukan hasil yang sepenuhnya tidak adil.
Namun, Milan juga tidak akan mencuri kemenangan jika gol Cisse menjadi penentu kemenangan.
“Milan juga tidak akan mencuri apa pun dengan gol Cisse yang membuat penampilan anak asuh Amorim terlihat semakin berharga,” katanya.
Sabatini juga menyoroti kualitas pertandingan yang menurutnya tidak terlalu menarik.
Ia membandingkan laga Juventus kontra Milan dengan pertandingan Inter Milan melawan Napoli sehari sebelumnya.
Menurutnya, kualitas permainan kedua pertandingan tersebut terlihat sangat berbeda.
Baca Juga:Fiorentina Pecat Fabio Grosso, Thiago Motta dan Raffaele Palladino Jadi Calon PenggantiSarri Waspadai Lini Serang AS Roma: Malen Seperti Binatang Buas di Kotak Penalti
“Ini bukan pertandingan yang bagus, bahkan sebaliknya. Dibandingkan Inter-Napoli 24 jam sebelumnya, rasanya seperti menyaksikan liga yang berbeda,” ujar Sabatini.
Meski demikian, ia menilai skor 1-1 pada akhirnya merupakan hasil yang paling masuk akal.
Namun, hasil tersebut tetap meninggalkan banyak pertanyaan, terutama mengenai Juventus.
Menurut Sabatini, Bianconeri terlihat miskin dalam hal permainan, kreativitas, dan inisiatif.
“Karena ini adalah tim yang terlihat cukup miskin dalam permainan, ide, dan inisiatif. Berikan bola kepada Conceicao dan dia akan menciptakan sesuatu sendiri,” tulisnya.
Conceicao memang menjadi salah satu pemain Juventus yang paling berbahaya. Winger asal Portugal itu beberapa kali merepotkan pertahanan Milan dan bahkan sempat membentur tiang pada babak kedua.
