RADARTASIK.ID – Como 1907 kembali menunjukkan kecerdikannya dalam membangun skuad melalui bursa transfer.
Salah satu bukti paling nyata adalah Assane Diao, pemain yang dibeli dengan harga sekitar €12 juta atau setara Rp208 miliar, tetapi kemudian mendapatkan tawaran hingga €60 juta atau sekitar Rp1,04 triliun.
Meski demikian, Como memilih menolak tawaran tersebut. Klub yang berada di bawah kepemilikan Djarum Group itu melihat potensi Diao masih jauh lebih besar dibandingkan keuntungan instan dari penjualan sang pemain.
Baca Juga:Mourinho Larang Endrick Pindah ke AC Milan: Rossoneri Coba Lagi JanuariSandro Sabatini: AC Milan Kecewa Juventus Punya Tujuh Nyawa
Diao menjadi salah satu investasi muda paling menarik Como dalam beberapa tahun terakhir.
Pemain sayap asal Senegal yang juga memiliki paspor Spanyol tersebut tiba di Italia pada Januari 2025 setelah didatangkan dari Real Betis dengan biaya sekitar €12 juta.
Transfer itu langsung memberikan hasil. Pada musim debutnya, Diao mampu mencetak delapan gol dalam 15 pertandingan dan menunjukkan bahwa Como telah menemukan salah satu talenta muda yang sangat menjanjikan.
Kecepatan, agresivitas, serta kemampuannya melakukan penetrasi membuat Diao menjadi salah satu senjata penting Como.
Ia juga membangun koneksi menarik dengan sejumlah pemain muda lainnya dan membantu memperkuat lini serang tim.
Namun, perjalanan Diao bersama Como tidak selalu mulus. Musim keduanya terganggu sejumlah masalah otot yang membuat kontribusinya menurun.
Cedera kaki dan masalah hamstring yang berulang membatasi menit bermainnya.
Kondisi tersebut membuat Diao belum mampu menunjukkan konsistensi seperti yang diperlihatkannya pada musim debut.
Baca Juga:Daftar Pemain Terburuk Juventus dan AC Milan Usai Bermain Imbang 1-1Daftar Tiga Pemain Terbaik AC Milan saat Ditahan Imbang Juventus 1-1
Kini, Diao memasuki fase penting dalam kariernya. Musim 2026/2027 menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kualitas sekaligus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi salah satu bintang masa depan Serie A.
“Kami lapar. Musim lalu kami telah membuat sejarah bagi klub, tetapi kami harus terus berkembang. Para pemain yang datang ke sini membantu kami. Kami ingin meningkatkan apa yang telah kami lakukan tahun lalu dengan rasa lapar dan keyakinan terhadap apa yang kami kerjakan setiap pekan. Saya yakin hasilnya akan datang,” ujar Diao.
Keputusan Como mempertahankan Diao juga tidak terlepas dari strategi klub dalam mengelola aset pemain muda.
