Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia, Anggota DPRD Jabar Minta Data Penerima Diperbaiki

Becak listrik
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati mengunjungi penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Senin (7/9/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Selain keselamatan, Tina menekankan persoalan ketepatan sasaran penerima. Menurutnya, akurasi pendataan menjadi faktor penting agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran dan warga yang memenuhi kriteria tidak justru terlewat.

“Pendataannya sepertinya memang harus ada yang diperbaiki agar betul-betul sesuai dengan data di lapangan. Karena pendataan bukan di kami, mungkin kepala desa di masing-masing wilayah bisa memberikan data yang akurat,” ujarnya.

Tina mengaku mendapat informasi masih ada pengayuh becak yang belum menerima bantuan. Informasi tersebut diperolehnya setelah berdiskusi dengan sejumlah pengayuh becak di Kota Banjar.

Baca Juga:Magnet Pilpres 2029 Menguat, Waketum Golkar Ahmad Doli Tangkap Sinyal dari AHYDPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 Triliun

“Untuk pembagian becak listrik, mudah-mudahan nanti ada tahap kedua. Kemarin saya berbicara dengan para penarik becak di Kota Banjar, ternyata belum semuanya menerima,” katanya.

Ia menegaskan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sasaran utama program adalah pengayuh becak lanjut usia. Karena itu, pendataan di tingkat desa harus dilakukan secara cermat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Selain memastikan ketepatan sasaran, penerima juga memiliki kewajiban menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Becak listrik tidak diperbolehkan untuk dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan kepada pihak lain.

Ketentuan tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada penerima yang telah ditetapkan.

Tina berharap bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto mampu meningkatkan kesejahteraan para pengayuh, khususnya mereka yang telah lanjut usia dan masih mengandalkan pekerjaan tersebut sebagai sumber penghasilan keluarga.

Salah seorang penerima bantuan, Yaya, mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik. Ia berharap kendaraan tersebut dapat membuka peluang memperoleh penghasilan tambahan setelah sebelumnya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu.

“Saya bersyukur dan terima kasih mendapatkan becak listrik dari Presiden Probowo Subianto. Awalnya menjadi buruh serabutan penghasilan tidak menentu, akan tetapi berkat ada becak listrik semoga bisa terdorong mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya. (riz)

0 Komentar