Selain cara menjual, kapasitas produksi juga menjadi perhatian. Ketersediaan tenaga terampil dibutuhkan pelaku UMKM, terutama ketika permintaan terhadap produk meningkat dan kapasitas produksi harus tetap terjaga.
Kebutuhan tenaga terampil tersebut kemudian direspons melalui penguatan pelatihan vokasi di bidang kerajinan. Dalam program tersebut, Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menentukan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Menurut Khifayati, kebutuhan tenaga terampil di bidang tenun Tasikmalaya menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya memberikan dua pelatihan dengan fokus keterampilan yang berbeda dalam satu tahun.
Baca Juga:Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta, Aktivis KAHMI Hendriyanto Attan Sampaikan PesanBukan Sekadar Souvenir, BPJS Ketenagakerjaan Banjar Hadirkan Pelayanan Spesial di Hari Pelanggan
Pelatihan pertama digelar pada 2025 untuk memperkuat keterampilan membatik pada kain sutra dan katun. Program yang berlangsung selama 30 hari itu menyasar anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS) berusia 15 hingga 24 tahun.
Peserta mengikuti pelatihan selama enam hari dalam sepekan dengan beban delapan hingga 10 jam pelajaran setiap hari. Selama pelaksanaan, proses pelatihan melibatkan instruktur yang ditetapkan Dekranasda, sementara peserta dipilih melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Setelah pelatihan membatik, kebutuhan tenaga di bidang tenun kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelatihan berikutnya. Pelatihan tersebut diarahkan untuk menyiapkan tenaga yang dapat mendukung proses produksi pada pelaku UMKM tenun.
“Regenerasinya harus cepat karena bagaimana caranya yang namanya tenun itu tidak ketinggalan zaman tapi tetap memegang teguh nilai-nilai warisan budayanya,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
