Persempit Ruang Gerak Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi Gencarkan Patroli Gang Sempit hingga Razia 292 Motor

razia geng motor
Satlantas Polres Tasikmalaya Kota bersama personel Sabhara menggelar razia besar-besaran di Jalan HZ Mustofa Jalur Dua, Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026) malam. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ketika suara bising muncul bersamaan dengan rombongan sepeda motor yang melaju beriringan, kekhawatiran masyarakat pun meningkat.

Tak heran jika penindakan terhadap knalpot brong menjadi salah satu sasaran dalam operasi kepolisian.

Di sisi lain, razia dan patroli juga menunjukkan bahwa polisi tidak ingin menunggu sampai aksi kejahatan terjadi.

Baca Juga:Geng Motor Tak Cukup Dibubarkan! Pembinaan Generasi Muda Kota Tasikmalaya Harus DigencarkanPayung Geulis Kota Tasikmalaya Unjuk Gigi di FESPIN Solo, Kriya Lokal Bidik Pasar Dunia

Pencegahan dilakukan dengan memperbanyak kehadiran petugas di titik-titik yang dianggap rawan.

Kasat Lantas menegaskan, operasi serupa akan terus digencarkan sesuai perintah Kapolres Tasikmalaya Kota.

Sasaran utamanya adalah menekan angka kejahatan jalanan sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar pada saat mengendarai kendaraan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan membawa kelengkapan berkendara,” pungkasnya.

Sementara itu, kepolisian juga meminta masyarakat tidak bersikap pasif ketika menemukan aktivitas yang dianggap mencurigakan.

Warga diminta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada polisi melalui layanan Call Center 110.

Pesannya sederhana: jangan sampai jalanan kota berubah menjadi panggung bebas bagi mereka yang merasa malam adalah waktu tanpa aturan.

Baca Juga:Kunci Rusak, Ahli Gizi Terjebak di Ruangan Kantor SPPG Cigantang TasikmalayaKejar Swasti Saba Wiwerda, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tasikmalaya Masih Jadi PR Utama

Ketika patroli sudah masuk sampai gang sempit dan ratusan kendaraan ditindak, polisi ingin memastikan ruang publik tetap menjadi milik warga, bukan dikuasai suara knalpot, rombongan ugal-ugalan, maupun kelompok yang mencari celah untuk membuat onar. (rezza rizaldi)

0 Komentar