Pertandingan pada giornata ketiga tentu belum menentukan apa pun. Namun, tiga poin tetap memiliki arti penting, terutama dalam membangun kepercayaan diri pada awal siklus baru.
Juventus sendiri berada dalam situasi yang cukup mirip dengan Milan.
Bianconeri juga sedang membangun era baru bersama Luciano Spalletti, meski sang pelatih memiliki keuntungan karena telah bekerja beberapa bulan lebih lama dibandingkan Amorim.
Karena itu, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Juventus dan Milan sama-sama ingin menjadikan pertandingan tersebut sebagai tolok ukur awal ambisi mereka musim ini.
Baca Juga:Inter Milan Vs Napoli, Giovanni Di Lorenzo Bantah Timnya Sudah Tua dan Tak Mampu BerlariChivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis Dibelakang
Salah satu persoalan menarik yang harus diputuskan Amorim berada di lini tengah. Persaingan semakin ketat setelah kedatangan Omari Hutchinson serta kondisi Christian Pulisic yang mulai semakin bugar.
Adrien Rabiot tampaknya sudah melewati masa adaptasinya. Pemain Prancis itu kemungkinan kembali dipercaya sebagai starter melawan mantan klubnya.
Rabiot dimainkan di posisi yang sama dalam dua pertandingan pertama dan memberikan respons positif.
Performa tersebut semakin menegaskan betapa pentingnya keberadaannya bagi sistem permainan Amorim.
Di samping Rabiot, persaingan diperkirakan terjadi antara Cissé dan Alexis Saelemaekers.
Cissé tampil cukup baik saat menjalani debut di Turin dan kembali menunjukkan performa solid ketika menghadapi Venezia. Namun, ia belum terlalu sering menciptakan momen menentukan.
Sebaliknya, Saelemaekers tampil impresif, terutama pada pertandingan kedua ketika kontribusinya menjadi salah satu faktor penting kemenangan Milan.
Baca Juga:Como Terbang ke Puncak Klasemen, Fabregas Puji Samuele RicciInter Milan Hadapi Ancaman Eksodus Massal, 11 Pemain Akan Habis Kontrak
Situasi tersebut membuat Ruben Loftus-Cheek berpotensi kehilangan tempatnya di lini tengah.
Menarik untuk melihat seberapa besar kesempatan yang diberikan Amorim kepada Loftus-Cheek, Pulisic, dan Hutchinson sepanjang pertandingan.
Untuk lini pertahanan, pilihan Amorim tampaknya lebih mudah ditebak.
Mario Gila, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic diperkirakan kembali menjadi tiga bek utama, seperti ketika menghadapi Torino dan Venezia.
Komposisi tersebut juga dipengaruhi kondisi Matteo Gabbia yang masih mengalami cedera.
Bahkan jika Gabbia sudah pulih, peluangnya menjadi starter tetap diragukan karena De Winter mendapat kepercayaan dalam dua pertandingan pertama.
Pertanyaan terbesar bukan lagi mengenai siapa yang menjadi starter, melainkan bagaimana pertahanan Milan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar.
