Dalam dua pertandingan awal, Rossoneri memang baru kebobolan satu gol, itu pun terjadi pada masa injury time.
Namun, Milan sempat menunjukkan sejumlah kelemahan, terutama ketika menghadapi Venezia.
Juventus tentu akan memberikan tekanan yang berbeda. Kualitas serangan Bianconeri akan menjadi ujian sesungguhnya bagi sistem pertahanan Amorim.
Laga ini juga bisa menjadi kesempatan untuk melihat seperti apa pengaruh sistem tiga bek Amorim ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan intensitas lebih tinggi.
Satu hal lain yang menarik adalah kembalinya Fikayo Tomori.
Baca Juga:Inter Milan Vs Napoli, Giovanni Di Lorenzo Bantah Timnya Sudah Tua dan Tak Mampu BerlariChivu Kesal Diingatkan Inter Sering Kalah Lawan AC Milan dan Juventus: Musim Lalu Mereka Finis Dibelakang
Bek asal Inggris tersebut berpeluang mendapatkan menit bermain, meski masih harus dilihat apakah Amorim akan langsung memberinya peran penting atau memilih mempertahankan tiga pemain yang sudah tampil dalam dua pertandingan awal.
Juventus vs AC Milan pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang lebih kuat di atas lapangan.
Bagi Amorim, laga ini merupakan kesempatan untuk membuktikan perkembangan tim sekaligus membuka lembaran baru dalam sejarah Milan.
Kemenangan di Allianz Stadium akan membuat Rossoneri meraih sembilan poin dari tiga pertandingan pertama sekaligus menjadikan Amorim pelatih Milan pertama sejak Luigi “Cina” Bonizzoni pada 1958 yang mampu menyapu bersih tiga laga pembuka Serie A.
Rekor yang pernah gagal dicapai Sacchi, Capello, dan Ancelotti itu kini berada dalam jangkauan Amorim.
Namun, untuk mencapainya, ia harus terlebih dahulu melewati ujian berat dari Juventus.
