UPI Kampus Tasikmalaya Dorong Pendidikan Inklusif di Kampung Adat Kuta di Ciamis

Upi kampus tasikmalaya
Tim Dosen UPI Kampus Tasikmalaya foto bersama dengan Pengurus Kampung Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis saat melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata, Rabu (2/9/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Elan menilai, kekompakan warga merupakan salah satu kekuatan utama yang dapat menjadi fondasi pengembangan pendidikan inklusif di Kampung Adat Kuta. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang selama ini hidup di tengah masyarakat dinilai relevan untuk membangun lingkungan pendidikan yang menerima dan mendukung setiap anak tanpa membedakan kondisi maupun kebutuhannya.

“Melalui asistensi ini, pendidikan inklusif diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan layanan di sekolah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat. Sekolah diharapkan semakin siap, guru semakin memiliki kompetensi, orang tua semakin memahami kebutuhan anak, dan masyarakat semakin terbuka terhadap keberagaman,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pendidikan inklusif pada akhirnya merupakan langkah bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan bermutu.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

“Diharapkan dari Kampung Adat Kuta, semangat gotong royong menjadi kekuatan untuk membuka akses pendidikan bagi semua anak,” katanya.

Tokoh masyarakat Kampung Kuta Firman Khabibi mengatakan, kekompakan warga selama ini terlihat dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pemerintahan, adat, keagamaan, hingga kegiatan kemasyarakatan.

“Alhamdulillah masyarakat di sini kompak. Dari semua segi kegiatan, baik dari pemerintah, adat maupun keagamaan, masyarakat bersama-sama melaksanakan setiap kegiatan yang dipandu atau digerakkan oleh pimpinan adat,” ungkapnya.

Menurutnya, aktivitas masyarakat Kampung Kuta dalam keseharian juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kebugaran dan kesehatan warga.

“Kegiatan masyarakat sehari-hari banyak aktivitas, termasuk bekerja dan berolahraga. Dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan stamina warga,” tambahnya.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan inklusif juga datang dari satuan pendidikan di sekitar Kampung Kuta. Kepala SD Negeri 2 Karangpaningal Tita Rosita menegaskan, pihak sekolah berupaya mempersiapkan layanan pendidikan apabila terdapat peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di satuan pendidikannya.

Ia menjelaskan, sekolah mengacu pada ketentuan mengenai penyediaan akomodasi layanan bagi penyandang disabilitas pada satuan pendidikan formal.

Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026

“Kami sebagai satuan pendidikan mengantisipasi seandainya ada siswa yang berkebutuhan khusus masuk ke sekolah kami. Kami berusaha menyediakan layanan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.

0 Komentar