Karhutla Terus Mengintai Kota Tasikmalaya! Ilalang Kering dan Keterbatasan Air Jadi Ancaman

Karhutla di Kota Tasikmalaya
Petugas BPBD Kota Tasikmalaya saat menangani Karhutla di wilayah Bungursari belum lama ini. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

“Kalaupun pembakaran harus dipastikan itu mati,” tegasnya.

Budi menyebut total luasan lahan yang terbakar di Kota Tasikmalaya sejauh ini masih di bawah lima hektare. Jika seluruh kejadian digabung, luasnya diperkirakan sekitar tiga hektare.

Luasan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai kejadian dengan skala relatif kecil.

“Ada yang 500 meter persegi, 300 meter persegi. Ada di tempat sampah, belum berarti luasannya luasan hektare itu gabungan dari seluruh kebakaran lahan,” jelasnya.

Baca Juga:Tak Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Dapat Layanan Pendidikan dan Kesehatan Bayi Dibuang di Rumah Kosong Tasikmalaya, Polisi Kejar Jejak Pelaku

Meski luasan secara keseluruhan belum tergolong besar, kondisi lahan kering dan ilalang yang mudah terbakar tetap menjadi ancaman, terutama ketika musim kering berlangsung.

Di tengah kondisi kering, persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah ketersediaan air.

Budi mengatakan, hingga saat ini BPBD telah mendistribusikan sekitar 700 ribu liter air kepada masyarakat. Distribusi tersebut dilakukan melalui sekitar 160 rit pengiriman.

Kekeringan sendiri telah berdampak terhadap sekitar 40 ribu warga yang tersebar di sembilan kecamatan.

Bantuan air diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat, terutama makan dan minum.

Sementara kebutuhan MCK masih dapat dipenuhi dari sumber air lain yang tersedia di sejumlah lokasi.

Budi mengingatkan masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak di tengah kondisi kekeringan.

Baca Juga:Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya! Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Kepala Dipukul Benda TumpulToyota Kijang Terbakar di Tamansari Tasikmalaya, Api Diduga Dipicu Korsleting Kelistrikan

“Yang penting bahwa warga bisa bijak menggunakan air bersih untuk penggunaan keseharian,” katanya.

Kondisi kekeringan juga berdampak pada proses pemadaman kebakaran lahan. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah lokasi sumber air yang cukup jauh.

Belum lagi ketika mobil pemadam harus menuju lokasi melalui jalan yang sempit.

“Yang kedua, pas keluar dari lokasi jalannya kecil itu jadi waktunya agak lama,” tambah Budi.

Untuk operasional siang hari, BPBD dan Damkar memiliki tiga tangki, yakni satu tangki milik Damkar dan dua tangki BPBD.

Persoalan muncul ketika dua tangki BPBD sedang digunakan untuk distribusi air bersih kepada masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, kebutuhan Damkar harus ditopang oleh satu unit tangki water supply.

Dengan komposisi empat unit kendaraan, tiga di antaranya mobil pemadam dan satu water supply, pergantian unit menjadi tantangan tersendiri.

0 Komentar