TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Muludan tingkat Kota Tasikmalaya yang akan dilaksanakan saat pengajian rutin Reboan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu (2/9/2026), ternyata tak berlangsung seperti yang sebelumnya diinformasikan.
Sejumlah ibu-ibu yang datang mengikuti pengajian sempat dibuat heran. Pasalnya lersiapan pun sudah terlihat. Panggung dan tenda telah terpasang di area Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Namun, agenda yang sudah dipersiapkan tersebut akhirnya tak berjalan sesuai rencana. Rangkaian kegiatan yang sedianya digelar bersamaan dengan Pengajian Reboan itu ditunda.
Baca Juga:Fiskal Pemkot Tasikmalaya Terbatas, Diky Candra Jadi “Makelar Surga” Jembatani Bantuan Komeng dan LolaTak Sekadar Modal Berani! Ini Syarat Calon Ketua Gapensi Kota Tasikmalaya 2026-2031
Di dalam rangkaian tersebut, Pemkot Tasikmalaya juga sedianya menyisipkan kegiatan wisuda tahfiz angkatan pertama. Namun, kegiatan tersebut ikut mengalami penundaan.
Informasi yang diterima peserta pengajian, penundaan berkaitan dengan ketidakhadiran orang nomor satu di Kota Tasikmalaya yang harus menjalankan agenda dinas luar daerah. Tetapi pengajian Reboan tetap berjalan.
Kondisi itu cukup mengejutkan sejumlah jamaah. Sebab, informasi mengenai kegiatan yang dikemas bersamaan dengan Pengajian Reboan tersebut sebelumnya sudah disampaikan sejak jauh hari.
“Iya cukup kecewa, Kang. Karena saya jauh-jauh hari sudah tahu informasinya. Kemarin sore baru dapat kabar katanya diundur Muludannya karena alasan begitu,” ujar R (52), warga Purbaratu yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, penundaan kegiatan karena kepala daerah berhalangan hadir menimbulkan pertanyaan. Apalagi, agenda tersebut sudah disiapkan dan bahkan perlengkapan kegiatan telah terpasang.
“Kalau yang nomor satu berhalangan, kenapa tidak diwakilkan yang lain? Kan masih bisa berjalan. Apalagi sudah diundur lebih dari sekali,” katanya.
Ia berharap agenda yang sudah dipersiapkan tidak kembali bergeser hanya karena persoalan kehadiran pejabat tertentu.
Baca Juga:Cosmo JNE FC Bidik Prestasi di Liga Futsal Profesional 2026/2027, Dua Pemain Brasil Jadi Suntikan KekuatanBPR Siliwangi Bidik 250 Nasabah Baru dan Kredit Rp4 Miliar, UMKM Jadi Andalan
Hal senada disampaikan Munah (56), warga Mangkubumi. Ia mengaku sudah mengetahui sejak jauh hari bahwa Pengajian Reboan kali ini akan dibarengi rangkaian kegiatan khusus dalam momentum Muludan.
Karena itu, ia mempertanyakan keputusan penundaan yang baru diketahui peserta sehari sebelum kegiatan.
“Kenapa mendadak dibatalkan dan dipindah ke hari yang berdekatan? Kenapa tidak Rabu depan saja, biar sekalian bareng dengan Pengajian Reboan?” cetusnya.
Bendahara Masjid Agung, Hj Aot Saodah juga mengaku kecewa. Dia yang mengumumkan kepada para jamaah Reboan bahwa hari ini pengajian dibarengi dengan muludan.
