Menurut dia, saat kejaidan jembatan gantung tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kelebihan beban saat rombongan mulai melintas. Goyangannya dinilai berbeda dari biasanya dan bergerak kencang ke arah samping.
“Jembatan sudah goyang tidak seperti biasanya, goyang ke samping. Saya sempat bilang ke Ibu Bupati, ‘Bu, tidak takut?’ Ibu Bupati menjawab tenang karena merasa masih di dekat daratan. Tapi begitu selesai bicara, langsung ceplak (putus),” tuturnya.
Meski situasi berubah menjadi sangat menegangkan dan memicu kepanikan warga, ia bersyukur masih selamat, kendati mengalami sakit pinggang akibat benturan keras saat insiden terjadi. Ia menegaskan, tidak ada faktor ghaib atau hal mistis dalam musibah ini.
Baca Juga:Ratusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan KarnavalSiswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos Nasional
Faktor utama penyebab lepasnya tali jembatan tersebut murni akibat kelebihan muatan (overload). Padahal, pihak berwenang telah memasang papan aturan yang jelas di pintu masuk jembatan, yakni pembatasan kapasitas maksimal tiga orang pejalan kaki.
“Aturan sudah dipasang, jangan melewati jembatan lebih dari tiga orang. Itu sudah dipasang normal. Tapi saat melihat massa sebegitu banyaknya, kadang orang mengabaikan apa yang sudah menjadi imbauan teknis,” jelasnya. (Deni Nurdiansah)
