Diky Candra Apresiasi Film Karya Para Pemuda Kota Tasikmalaya, Berharap Karangtaruna Terus Berkarya

Film ketuk pintu karya karangtaruna, kota tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra bersama tim dan pemeran film Ketuk Pintu saat berkunjung ke ruang kerja Wakil Wali Kota Tasikmalaya, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Layar putih terbentang di tengah permukiman warga Burujul III, Kecamatan Cipedes, Sabtu (29/8/2026) malam. Warga berbondong-bondong menyaksikan film yang bukan hanya diputar di lingkungan mereka, tetapi juga diperankan dan diproduksi oleh warga setempat.

‎‎Film berjudul Ketuk Pintu itu merupakan karya Karang Taruna Tunas Mekar Burujul III. Penayangannya dikemas sederhana melalui konsep layar tancap dan dibuka gratis untuk masyarakat.

‎‎Mengangkat tema kepedulian sosial, film tersebut membawa pesan tentang pentingnya kembali menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat. Slogan yang diusung pun cukup kuat, yakni, “Saat kepedulian mulai hilang, satu ketukan akan merubah segalanya.”

Baca Juga:GUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNUKebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu Dievaluasi

‎‎Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra yang hadir dalam kegiatan nonton bareng tersebut mengapresiasi kreativitas warga Burujul III. Menurutnya, film yang dibuat secara swadaya itu sudah memiliki kualitas yang cukup baik, mulai dari penyuntingan hingga ilustrasi.

“Kalaupun ada yang kurang sangat mungkin diperbaiki, karena film profesional saja selalu ada sisi kurangnya,” kata Diky yang juga dikenal sebagai sineas.

‎‎Menurut Diky, ada hal lain yang justru menjadi nilai penting dari proses pembuatan film tersebut. Seni mampu mempertemukan warga yang sebelumnya bahkan belum saling mengenal.

“Ada yang menarik, para pemain ini awalnya ada yang tidak saling kenal. Namun, melalui seni mereka menjadi saling mengenal, mempersatukan,” ujarnya.

‎‎Diky berharap kreativitas Karang Taruna Tunas Mekar tidak berhenti pada satu karya. Kegiatan serupa diharapkan bisa terus dikembangkan sehingga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkuat kebersamaan.

‎‎Antusiasme juga terlihat dari warga yang hadir menyaksikan film tersebut. Bagi mereka, Ketuk Pintu bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menghasilkan karya dari lingkungan sendiri.(Firgiawan)

‎ISTIMEWA

‎KREATIF.

0 Komentar