UMB Bangun Mitra Vokasi Unggulan Bersama Industri, Fasilitasi Siswa SMK dan Mahasiswa untuk Bekerja

UMB Tasikmalaya kerja sama industri
Penandatangan nota kesepahaman sinergi lembaga pendidikan bersama UMB Tasikmalaya dan industri tahun 2026 bersama 150 BKK, 3 industri manufaktur, 4 LPK dan 1 perguruan tinggi. istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

Jimy menyebut grup perusahaannya memiliki 19 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Selain itu, terdapat sejumlah perusahaan di bidang lain, seperti rumah sakit, tata boga dan showroom. Secara keseluruhan, jumlah perusahaan dalam grup tersebut mencapai sekitar 50 perusahaan dengan total karyawan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu orang.

Kondisi tersebut, kata dia, membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Jimy juga mengapresiasi langkah UMB mengembangkan pusat AI yang disiapkan untuk bersinergi dengan kebutuhan industri. Sebab, pemanfaatan AI kini mulai masuk ke berbagai lini perusahaan.

Baca Juga:Angklung Pelajar SDN 1 Rahayu Tasikmalaya Mewarnai Peringatan Kemerdekaan Sambil Dilestarikan Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Punya 20 Hektare, Berpeluang Jadi Pusat Distribusi Priangan Timur

“Kita berharap kolaborasi yang dilaksanakan saat ini bisa berjalan dengan baik agar anak-anak didik kita dapat tertampung di perusahaan-perusahaan grup kami,” katanya.

Ke depan, MVIN juga membuka peluang pengembangan beasiswa vokasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi namun terkendala kondisi ekonomi.

Program tersebut nantinya dapat dikolaborasikan antara UMB dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam grup MVIN.

Ketua Forum BKK Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zainal Arifin, M.Sn., menilai sinergi antara lembaga pendidikan, perguruan tinggi dan industri memiliki nilai strategis, terutama dalam memperjuangkan masa depan lulusan SMK.

Bursa Kerja Khusus (BKK), kata dia, memiliki tugas besar dalam mengarahkan para lulusan dan alumni menuju dunia industri.

“BKK memiliki tugas yang luar biasa untuk memperjuangkan lulusan dan alumni-alumni yang jumlahnya ribuan hingga ratusan ribu, yang harus kita arahkan ke berbagai industri,” ungkapnya.

Zainal menyebut kerja sama dengan UMB dan industri bukan hal baru. Sejak 2023, Forum BKK Kabupaten Tasikmalaya telah menjalin sinergi di wilayah Priangan Timur bersama UMB dan PT Chemco Group.

Baca Juga:Pengemudi Ojol di Tasikmalaya Dijerat Tali Saat Antar Penumpang, Motor Gagal DirampasPria 81 Tahun di Tasikmalaya Meninggal Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter saat Bersihkan Sampah

Sejumlah program seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan pemagangan telah berjalan dan masih dilanjutkan hingga saat ini.

“Alhamdulillah, sampai saat ini masih berjalan dan ke depan program-program yang kita sepakati ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Dengan pola kolaborasi tersebut, UMB mencoba mendorong pendidikan vokasi agar tidak berhenti pada urusan mencetak lulusan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan kompetensi mereka benar-benar bertemu dengan kebutuhan industri—sebab di dunia kerja, ijazah boleh menjadi tiket masuk, tetapi keterampilan tetap menjadi penentu apakah pintunya benar-benar terbuka. (rls/rezza rizaldi)

0 Komentar