Segera Didistribusikan! Bantuan 220 Becak Listrik dari Presiden Sudah Masuk Kota Tasikmalaya

becak listrik kota tasikmalaya, bantuan presiden
Becak listrik dari program bantuan presiden sudah didistribusikan ke Kota Tasikmalaya, Minggu (30/8/2026) (Foto: Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

Dengan menggunakan becak listrik, para pengemudi diharapkan tidak lagi terlalu mengandalkan kekuatan fisik untuk mengayuh kendaraan, sehingga aktivitas mencari nafkah dapat tetap dilakukan dengan lebih ringan.

Bagi sebagian pengemudi becak, kendaraan tersebut bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga menjadi sarana utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bantuan becak listrik diharapkan dapat memberikan manfaat langsung terhadap aktivitas ekonomi mereka.

Meski sebanyak 220 unit becak listrik telah tiba di Kota Tasikmalaya, bantuan tersebut belum langsung diserahkan kepada para calon penerima.

Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya masih menunggu tahapan selanjutnya dari pemerintah pusat. Salah satu tahapan penting yang harus dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada calon penerima mengenai cara mengoperasikan dan menggunakan becak listrik tersebut.

Pelatihan dinilai penting agar para pengemudi dapat memahami cara penggunaan kendaraan, termasuk pengoperasian serta aspek keselamatan saat digunakan di jalan.

Dengan demikian, pembagian 220 becak listrik kepada para pengemudi di Kota Tasikmalaya masih menunggu jadwal dan tahapan yang ditentukan pemerintah pusat.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya memastikan proses penyaluran akan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk memastikan calon penerima memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Program bantuan becak listrik tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi para pengemudi becak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok pekerja informal, terutama mereka yang sudah memasuki usia pra-lansia. (Ujang Nandar)

0 Komentar