“Makanya, peningkatan kapasitas operator menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda digitalisasi PGRI,” katanya.
Selain pengelolaan data dan keanggotaan, sosialisasi juga membahas pemanfaatan Kominfo di lingkungan PGRI Kabupaten Tasikmalaya. Teknologi informasi diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi organisasi sehingga mampu mendukung pelayanan yang lebih cepat.
Jajang menegaskan, transformasi digital tidak sekadar mengubah sistem manual menjadi sistem berbasis teknologi. Digitalisasi harus berdampak pada tata kelola organisasi yang lebih tertib, efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Karena itu, kolaborasi antara bidang digitalisasi, Kominfo, dan operator menjadi bagian penting agar proses transformasi dapat berjalan secara menyeluruh.
“Satu visi, satu kolaborasi, menuju PGRI Go Digital! menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman seluruh unsur organisasi mengenai pentingnya pengelolaan data secara digital. Dengan data anggota yang tertata, sistem keanggotaan terintegrasi, serta operator yang memiliki kapasitas memadai, pelayanan organisasi terhadap anggota diharapkan semakin efektif dan efisien.
Kegiatan Bimtek KTA dan sosialisasi digitalisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PGRI Kabupaten Tasikmalaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak dan operator yang telah berpartisipasi aktif. Bersama kita hebat, bersama kita bertransformasi,” pungkasnya. (obi)
