Era Baru Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua

Tarung derajat kabupaten tasikmalaya
Ketua Pengcab Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya Luthfi Hizba Rusydia (kelima dari kiri) kompak foto bersama dengan seluruh unsur keluarga besar Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya, di Singaparna, Sabtu (29/8/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Luthfi Hizba Rusydia resmi dipercaya memimpin Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi melalui dukungan seluruh unsur keluarga besar Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari satlat, pengurus, pelatih, atlet hingga dewan guru.

Terpilihnya Luthfi menjadi momentum baru bagi pembinaan Tarung Derajat di Kabupaten Tasikmalaya. Ia berkomitmen membawa organisasi tersebut memasuki fase pembinaan yang lebih terarah dengan menempatkan prestasi, kaderisasi dan penguatan organisasi sebagai prioritas utama.

Menurut Luthfi, Tarung Derajat memiliki posisi strategis karena merupakan olahraga bela diri yang lahir dari Jawa Barat dan kini telah berkembang hingga tingkat nasional dan internasional. Karena itu, keberadaan Tarung Derajat di Kabupaten Tasikmalaya harus terus dijaga sekaligus dikembangkan melalui pembinaan atlet yang berkesinambungan.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

“Bagi saya ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah. Bismillah, kita bergerak bersama untuk kebaikan Tarung Derajat Kabupaten Tasikmalaya. Kita ingin potensi atlet-atlet daerah benar-benar dimaksimalkan sehingga mampu menjadi kekuatan utama dalam mendulang prestasi,” ujar Luthfi.

Ia mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak atlet potensial yang selama ini telah menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan, termasuk meraih medali emas. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat dengan sistem pembinaan yang terstruktur agar prestasi tidak berhenti pada satu generasi.

Karena itu, kaderisasi akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan lima tahun ke depan. Pembinaan tidak hanya diarahkan kepada atlet yang telah berprestasi, tetapi juga menyasar bibit-bibit baru dari berbagai satlat untuk dipersiapkan menjadi calon atlet masa depan Kabupaten Tasikmalaya.

Penguatan pembinaan juga akan menyentuh sektor kepelatihan. Luthfi menilai pelatih memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses pembentukan dan peningkatan kualitas atlet.

“Prestasi atlet tidak lahir secara instan. Ada perjuangan atlet, kerja keras pelatih, dukungan orang tua dan seluruh keluarga besar Tarung Derajat. Karena itu, kita juga akan memperjuangkan apresiasi dan reward yang layak bagi atlet maupun pelatih yang telah membawa nama Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

0 Komentar