Pemkot Banjar Bergerak, Tangani Warga Sakit-sakitan Tak Dapat Bantuan

Dinsos banjar
DinsosP3A Kota Banjar mengecek kondisi warga Lingkungan Cimenyan yang sakit. (Anto Sugiarto/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Banjar turun menangani kondisi dua warga yang sakit-sakitan dan membutuhkan bantuan.

Kepala DinsosP3A Kota Banjar Hani Supartini AKs mengatakan, untuk penanganan awal, dari segi kesehatan, kedua warga Lingkungan Cimenyan tersebut dipastikan aman.

“Sudah kita lakukan assessment dan pengecekan tadi pagi ke rumahnya, dilakukan oleh petugas sosial (peksos),” ucapnya, Jumat 28 Agustus 2026.

Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi

Terkait, PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) milik yang bersangkutan statusnya masih aktif. Jadi, bisa melakukan rujukan medis lanjutan.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Puskesmas Banjar III terkait itu. Dua warga yakni Titi Supiati (75) dan Andi Siswanto (48) harus segera dirujuk ke RS Margono, Purwokerto.

Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Baznas Kota Banjar untuk pemenuhan kebutuhan mendesak secara cepat, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita sedang mengajukan penyesuaian data, dan usulan bantuan sosial susulan ke Kemensos melalui Balai Phalamartha untuk bantuan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara terkait lonjakan desil yang diduga menghambat, pihaknya akan memverifikasi ulang data sesuai di lapangan.

“Kalau merasa tidak sesuai, agar diajukan pembaharuan data melalui desa kelurahan. Nanti dari Dinsos diajukan ke Kemensos dan diolah pemeringkatan oleh BPS,” katanya.

Sebelumnya, Titi Supiati (75) dan Andi Siswanto (48), warga Lingkungan Cimenyan II RT 03 RW 08 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar hanya bisa terbaring di kasur. Mereka sakit-sakitan.

Baca Juga:Kawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan SementaraPenerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan Kecelakaan

Sri Rahayu, saudara Titi dan Andi mengaku tak kuasa melihat keluarganya dalam kondisi memprihatinkan.

“Sudah lama kedua dalam kondisi seperti itu, mereka tinggal di rumah kontrakan yang di kontrakan sama anaknya kerja jadi TKW,” ucapnya, Senin 24 Agustus 2026.

Yang membuat miris, Andi Siswanto harus menelan pahit. Tak mendapat bantuan. Sebab masuk desil 6-10. (Anto Sugiarto)

0 Komentar