Ali mengimbau masyarakat tidak membakar sampah, ilalang, atau lahan secara sembarangan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kebun, hutan, semak belukar, maupun tempat pembuangan sampah.
Selain itu, masyarakat perlu memastikan kompor, tabung gas, dan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Bahan yang mudah terbakar juga harus dijauhkan dari sumber api atau panas.
Orang tua diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan korek api, petasan, atau benda lain yang dapat memicu kebakaran. Setiap usaha dan perkantoran juga diimbau menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Di rumah, masyarakat dapat menyiapkan alat pemadam sederhana seperti ember berisi air atau pasir.
Baca Juga:KKN Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 83 Gelar Sosialisasi Parenting di RA Al HidayahSiswa MAN 1 Tasikmalaya Sabet Juara 3 Vocal di Porseni Tingkat Jabar
“Masyarakat Ciamis diminta untuk lebih teliti mengawasi penggunaan kompor, listrik, serta tidak sembarangan melakukan pembakaran di lahan-lahan kosong yang mulai kering demi mengantisipasi potensi kebakaran,” ujarnya.
Jika menemukan kebakaran, masyarakat dapat segera melapor ke UPTD Damkar Ciamis, Pos WMK Kawali, Pos WMK Rancah, atau Pos WMK Banjarsari.
“Masyarakat mengetahui kebakaran dapat menghubungi ke call center 112 atau WhatsApp 085123332993,” pungkasnya. (Fatkhur Rizqi)
