Musim lalu, Como sudah membuktikan diri dengan mengamankan tiket Liga Champions. Jika musim ini mereka memiliki skuad yang lebih dalam dan berkualitas, alasan untuk menganggap mereka sebagai kandidat juara pun semakin kuat.
“Jika musim lalu mereka sudah mencapai Liga Champions, mengapa tidak menganggap mereka sebagai pengganggu yang kredibel dalam perebutan gelar?” tulis Conterio.
Pernyataan tersebut bukan berarti Como menjadi favorit utama mengangkat Scudetto.
Klub-klub seperti Inter Milan, Juventus, AC Milan, Napoli dan AS Roma tetap memiliki pengalaman serta kekuatan finansial yang lebih besar.
Akan tetapi, Como kini berada pada level berbeda.
Baca Juga:Ayah Tijjani Reijnders Ungkap Penyebab Anaknya Gagal Gabung JuventusHajar Klub Israel 5-2, Sabah FK Catat Sejarah Lolos ke Liga Champions
Dengan proyek yang dibangun secara bertahap, dukungan manajemen, kepemimpinan Fabregas dan aktivitas transfer yang agresif, mereka memiliki modal untuk menjadi salah satu kejutan terbesar Serie A.
Hasil imbang melawan Udinese memang bukan awal yang sempurna. Akan tetapi, satu pertandingan tidak cukup untuk mengukur kekuatan sebuah tim yang sedang berkembang.
Jika transfer Ricci, Diego Carlos dan terutama Moise Kean berhasil diwujudkan, Como akan memiliki skuad yang semakin dalam untuk menghadapi persaingan domestik sekaligus Eropa.
Karena itu, seperti yang ditegaskan Marco Conterio, jangan terlalu cepat tertipu oleh hasil imbang melawan Udinese.
Como mungkin belum berani mengucapkan kata Scudetto, tetapi sepak terjang mereka di bursa transfer menunjukkan bahwa ambisinya sudah berbicara lebih keras.
