CIAMIS, RADARTASIK.ID – Gudang barang bekas di Dusun Ciherang, RT 001/RW 001, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, terbakar pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Api diketahui pengguna jalan sekitar pukul 04.30 WIB dan laporan kemudian diterima petugas pemadam kebakaran.
Kasubag UPTD Damkar Ciamis Ali Sadikin mengatakan, Pos WMK Banjarsari menerima laporan kebakaran gudang bekas pada pukul 05.07 WIB. Petugas langsung menuju lokasi dengan membawa satu unit kendaraan pemadam.
“Penanganan melibatkan tiga petugas dari Pos WMK Banjarsari dengan satu unit kendaraan pancar Z 8159 T. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 05.11 WIB dan proses pemadaman serta pendinginan selesai sekitar pukul 06.15 WIB,” katanya kepada Radar, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga:Sembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota BekasiGelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan Pohon
Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Penanganan dilanjutkan dengan observasi, pendataan, serta edukasi kepada masyarakat. “Untuk penyebabnya masih diduga berasal dari sisa pembakaran sampah,” ujarnya.
Gudang yang terbakar merupakan bangunan permanen milik Nur Homsin (46), warga Dusun Cangkring, RT 006/RW 002, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari. Bangunan tersebut memiliki luas keseluruhan sekitar 12×12 meter, dengan bagian yang terbakar diperkirakan mencapai 8×8 meter.
“Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp10 juta,” katanya.
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Polsek Banjarsari, Koramil Banjarsari, TAGANA, Relawan Ciamis Selatan (RCS), Pemerintah Desa Ciherang, Pemerintah Kecamatan Banjarsari, serta warga setempat.
Ali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sisa pembakaran sampah. Api yang terlihat padam belum tentu sepenuhnya aman dan dapat kembali membesar ketika berada di dekat material yang mudah terbakar.
“Karena sisa pembakaran yang tidak dipastikan benar-benar padam dapat menjadi sumber api, terlebih jika berada di sekitar material yang mudah terbakar,” ujarnya. (riz)
