Satgas MBG Kota Tasikmalaya Soroti Sertifikasi Dapur, Jangan Asal Klaim HACCP dan ISO

keamanan pangan dapur MBG
Training dan sertifikasi Dapur MBG di Hotel Cordela Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Selain proses pengolahan, kondisi fisik dapur juga menjadi bagian penting. Tata letak bangunan dan fasilitas harus memenuhi standar sehingga potensi kontaminasi bakteri dapat diminimalkan.

Begitu pula dengan pengaturan suhu ruangan, kelengkapan peralatan, hingga cara penanganan makanan.

“Bagaimana meng-handling suhu ruangan, alat apa saja yang seharusnya ada. Semua detail itu tidak dapat terlewatkan,” ujarnya.

Perhatian juga diberikan pada tahapan setelah makanan didistribusikan kepada penerima.

Baca Juga:Porseni Madrasah Jawa Barat Bawa 5.825 Atlet Kepung Kota Tasikmalaya, Bawa Prestasi hingga Geliat EkonomiPPP Kota Tasikmalaya Kembali ke Rumah Besar NU Perkuat Jejaring Kultur, Bidik Kebangkitan Jelang Pemilu 2029

Sebab, terdapat batas waktu tertentu yang harus diperhatikan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.

“Terakhir standar prosedur saat sudah di tangan penerima. Karena ada batas makanan ini tidak berubah kualitas yang perlu diketahui bersama,” kata Lucky.

Dengan demikian, pelatihan bukan sekadar jalan menuju sertifikat. Seluruh standar yang diberikan harus benar-benar diterapkan oleh pengelola dapur sebelum sertifikasi HACCP maupun ISO 22000 dan ISO 45001 dinilai layak diperoleh.

Sementara itu, Bidang Program Satgas MBG Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menyebutkan terdapat 12 pengelola dapur yang mengikuti pelatihan tersebut.

Peserta berasal dari sejumlah daerah, yakni dua pengelola dapur dari Kota Tasikmalaya, tujuh dari Kabupaten Tasikmalaya, dua dari Kabupaten Pangandaran, dan satu dari Kabupaten Ciamis.

“Semua trainernya berasal dari lembaga yang tersertifikasi dan terakreditasi resmi. Ini merupakan ikhtiar agar makanan yang diterima aman dan berkualitas,” kata Deni.

Upaya tersebut diharapkan membuat penerapan MBG tidak hanya berbicara soal jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga memastikan makanan yang sampai ke masyarakat memenuhi standar keamanan pangan.

Baca Juga:NPL Mendekati Lampu Kuning, Mesin Kredit di Priangan Timur Tetap Tancap GasWali Kota Tasikmalaya Sebut Semua Calon Ketua Kadin Jagoan, Bursa Mukota V Mulai Memanas

Sebab, dalam program yang menyasar banyak penerima manfaat ini, sertifikat semestinya menjadi bukti bahwa standar benar-benar dijalankan, bukan sekadar dokumen yang rapi tersimpan di map. (rezza rizaldi)

0 Komentar