TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setiap pagi, Avril Nurul Rahman mengayuh sepedanya menyusuri jalan dari Kota Baru, Kecamatan Tamansari, menuju SMP Negeri 7 Tasikmalaya di Kecamatan Cipedes. Jarak yang cukup jauh membuat perjalanan itu membutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 menit.
Perjalanan tersebut baru menjadi bagian dari keseharian Avril setelah keluarganya pindah rumah. Sebelumnya, ia tinggal di sekitar SMP Negeri 7 Tasikmalaya sehingga sekolah masih mudah dijangkau dari rumah. Namun, ketika memasuki kelas 8, orang tuanya memutuskan pindah ke Kota Baru, Kecamatan Tamansari.
Meski jarak rumah kini semakin jauh, Avril tidak ikut berpindah sekolah. Ia memilih tetap bersekolah di SMP Negeri 7 Tasikmalaya, tempat yang sudah membuatnya nyaman sejak sebelumnya. Keputusan itu membuatnya harus mencari cara agar tetap bisa berangkat ke sekolah setiap hari.
Baca Juga:Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi PolisiBantah Pembunuhan, Kuasa Hukum Pelaku Sebut Kasus di Karangjaya Penganiayaan yang Sebabkan Korban Meninggal
Sepeda kemudian menjadi pilihannya. Sejak awal masuk kelas 8, Avril mulai mengayuh sendiri perjalanan dari rumah menuju sekolah. Pilihan itu tidak selalu mudah, tetapi ia merasa tidak punya alasan untuk meninggalkan sekolah yang sudah membuatnya betah.
“Saya sudah merasa sangat nyaman di SMP 7 ini. Saya merasa nyaman di lingkungan ini, baik itu dari guru-guru yang baik dan sangat peduli pada siswa-siswinya, ataupun dari teman-temannya, dan juga lingkungannya yang sangat ramah dan positif,” kata Avril.
Pada awalnya, ia sendiri tidak yakin mampu menempuh perjalanan sejauh itu dengan sepeda setiap hari. Jarak yang jauh dan waktu perjalanan yang cukup lama membuatnya sempat membayangkan betapa melelahkannya perjalanan tersebut.
Namun, keinginan untuk tetap bersekolah membuat keraguan itu perlahan ia singkirkan. Avril memilih mencoba dan terus mengayuh, meski perjalanan tidak selalu terasa ringan.
“Awalnya saya merasa saya tidak akan sanggup bersepeda dari rumah untuk berangkat ke sekolah, karena jarak yang jauh dan waktu yang lama. Tapi karena saya dari awal memang berniat untuk bersekolah dan belajar, saya berusaha untuk tetap berangkat dan memulai perjalanan ini walaupun terkadang memang sangat melelahkan,” ujarnya.
Rasa lelah paling terasa ketika Avril harus melewati tanjakan yang cukup tinggi. Jalan tersebut menjadi salah satu bagian tersulit dalam perjalanannya. Tenaganya terkuras untuk terus mengayuh, terlebih ketika kakinya mulai terasa sakit karena harus mengayuh sepeda dalam waktu yang cukup lama.
