PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Setiap orang punya cara tersendiri dalam mengungkapkan kekaguman dan penghormatan. Salah satunya melalui karya seni yang nilainya tidak bisa diukur dengan nominal pasti.
Seperti halnya dilakukan siswa MAN 1 Pangandaran Rihan Juliansah membuat lukisan pasangan kepala daerah Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan wakilnya Ino Darsono dalam sebuah kegiatan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaannya terhadap Kabupaten Pangandaran yang saat ini dipimpin oleh dua figur tersebut.
Didampingi Ketua PGMI Kabupaten Pangandaran, Dede Zaenal Arifin, siswa tersebut membawa lukisan tersebut ke Kantor Bupati Pangandaran. Karya itu pun diterima langsung oleh Citra Pitriyami yang takjub atas apa yang diterima.
Baca Juga:Rekayasa Lalu Lintas Kelewat Batas! Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya Mempersulit Akses Mobilitas WargaTidak Hanya Modal Tiup Peluit, Juru Parkir Digital Kota Tasikmalaya Berbeda Jauh dengan Jukir Ilegal
Ketua PGMI Kabupaten Pangandaran, Dede Zaenal Arifin mengatakan bahwa lukisan tersebut lahir murni dari inisiatif Rihan.
“Rihan memang ingin melukis dan memberikan hasil karyanya tanpa disuruh siapa pun. Itu murni kemauan dan inisiatifnya sendiri, hal itu menjadi catatan menarik. Sebab, kreativitas siswa tidak selalu muncul ketika diberikan tugas,” ujarnya saat menghubungi Radar Jumat (21/8/2026)
Ada kalanya potensi justru tumbuh ketika seorang anak diberikan ruang untuk memilih, berekspresi, dan berinisiatif. “Siswa tersebut menjadi salah satu contoh bahwa mereka tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima pembelajaran, tetapi juga diberi kesempatan menjadi pencipta karya,” katanya.
Dede mengungkapkan, kemampuan Rihan di bidang seni sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Ketika masih duduk di bangku MTs Rihan pernah mengikuti perlombaan melukis.
Saat itu, hasil karyanya dinilai cukup baik. Namun, ia belum berhasil menjadi juara karena persoalan waktu pengerjaan.
“Kalau dari hasil karyanya sebenarnya bagus, tetapi waktunya kalah. Pengalaman itu terjadi ketika dia masih di MTs,” kata Dede
Ia mengatakan, apa yang dilakukan siswa tersebut penting bagi lingkungan pendidikan. Tidak semua potensi siswa terlihat melalui nilai rapor, ranking kelas, atau prestasi akademik.
Baca Juga:Awal Mula TPP Dipotong: Pernah Ada Skenario 50 Persen dan 10 Persen!Di Balik TPP 20 Persen: Potongan, Pinjaman, atau Siasat Anggaran!
Ada siswa yang memiliki kemampuan seni. Ada yang unggul dalam olahraga. Ada pula yang mempunyai kreativitas, keberanian, kepemimpinan, atau kemampuan menciptakan sesuatu yang belum tentu terlihat dalam proses belajar sehari-hari.
