Sabatini menilai strategi pemilik Milan, Gerry Cardinale, cukup jelas. RedBird ingin membawa Rossoneri kembali ke persaingan Scudetto melalui sepak bola agresif dan dominan yang menjadi ciri khas Ruben Amorim.
Menurut Sabatini, faktor penting bagi Milan adalah bagaimana mereka memulai musim.
Hal itu menjadi catatan serius karena Milan pernah mengalami masalah serupa ketika Paulo Fonseca menjadi pelatih. Start yang kurang meyakinkan akhirnya memengaruhi perjalanan tim sepanjang musim.
Baca Juga:Cuma Main 6 Kali, Pogba Resmi Tinggalkan MonacoBursa Transfer AC Milan: Ricci Gabung Como, Tomori Pulang ke Inggris
Prediksi Sabatini tersebut juga menarik jika dikaitkan dengan perkembangan terbaru Milan.
Setelah melakukan perubahan besar di jajaran manajemen dan mengganti struktur olahraga klub, Rossoneri kini mencoba membangun kembali proyek dengan Amorim sebagai figur sentral.
Kedatangan Ramos, Gila, dan Moreira menunjukkan bahwa Milan tidak sekadar ingin bertahan di papan atas.
Mereka mencoba membentuk skuad yang lebih sesuai dengan karakter permainan Amorim.
Akan tetapi, Sabatini masih belum yakin perubahan tersebut cukup untuk langsung mengembalikan Milan ke Liga Champions.
Sabatini juga membuat eksperimen menarik. Ia memasukkan data musim sebelumnya serta aktivitas transfer ke dalam sistem kecerdasan buatan untuk melihat seperti apa hasil prediksi yang muncul.
Hasilnya cukup berbeda dengan prediksi pribadinya.
Versi kecerdasan buatan menempatkan Inter di posisi pertama, disusul Milan di posisi kedua, Napoli ketiga, Juventus keempat, Roma kelima, Como keenam, Fiorentina ketujuh, Atalanta kedelapan, Torino kesembilan, dan Sassuolo di posisi ke-10.
Baca Juga:Chelsea Usir Liam Delap? Berlatih Terpisah, Nomor Punggung 9 DicopotAC Milan Terlalu Andalkan Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk Wolverhampton dan Valencia
Artinya, AI justru memberikan optimisme jauh lebih besar kepada Milan dibandingkan Sabatini.
Milan yang oleh Sabatini ditempatkan di posisi kelima justru diprediksi AI finis sebagai runner-up.
Sebaliknya, Roma yang diyakini Sabatini mampu menjadi pesaing utama Inter hanya ditempatkan di peringkat kelima oleh AI.
Menariknya, satu hal tetap sama dalam kedua prediksi tersebut: Inter Milan diperkirakan kembali menjadi juara Serie A.
Dengan bursa transfer yang masih menyisakan waktu sebelum ditutup, prediksi tersebut tentu masih bisa berubah.
Satu atau dua transfer besar dapat menggeser peta kekuatan, terutama bagi Milan, Juventus, Roma, dan Napoli.
Bagi Milan, prediksi posisi kelima menjadi tantangan tersendiri. Amorim harus membuktikan bahwa investasi besar Cardinale dan proyek baru Rossoneri mampu menghasilkan performa di lapangan.
