NPL Mendekati Lampu Kuning, Mesin Kredit di Priangan Timur Tetap Tancap Gas

NPL perbankan Priangan Timur
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara saat memberikan penjelasan kepada jurnalis, Jumat (21/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

OJK pun mendorong peningkatan budaya menabung masyarakat Priangan Timur.

Momentum Hari Indonesia Menabung yang puncaknya digelar 26 Agustus diharapkan dapat ikut memperkuat sumber dana lokal perbankan.

Harapannya, kebutuhan pembiayaan tidak terlalu bergantung pada dana dari kantor pusat maupun transfer dana dari wilayah lain.

Di tengah tantangan tersebut, Kota Tasikmalaya masih menjadi pusat aktivitas perbankan Priangan Timur.

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Sebut Semua Calon Ketua Kadin Jagoan, Bursa Mukota V Mulai MemanasTiga Balon Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Tahapan Mukota Masuk Verifikasi

Total aset perbankan di Kota Tasikmalaya mencapai Rp40,56 triliun, DPK Rp15,72 triliun dan kredit Rp20,62 triliun. NPL Kota Tasikmalaya tercatat 4,90 persen.

Sementara NPL tertinggi justru tercatat di Kota Banjar sebesar 8,80 persen. OJK menilai kondisi kualitas kredit dan likuiditas di wilayah tersebut perlu menjadi perhatian.

Dari struktur DPK, tabungan masih menjadi sumber dana terbesar dengan nilai Rp25,81 triliun atau 69,52 persen.

Sementara dari sisi penyaluran, kredit konsumsi mendominasi dengan Rp30,87 triliun atau 53,06 persen.

ASN disebut masih menjadi salah satu pangsa pasar yang diminati perbankan karena dinilai memiliki risiko relatif kecil dan pasar yang masih terbuka.

Di sisi lain, kredit UMKM tetap menjadi sektor penting. OJK mencatat kredit UMKM mencapai sekitar Rp33,34 triliun dan menjadi salah satu penopang penyaluran kredit di Priangan Timur.

Segmen mikro mendominasi kredit UMKM dengan nilai sekitar Rp15,70 triliun.

Nofa juga menyoroti perkembangan pergadaian yang semakin diminati masyarakat sebagai alternatif pembiayaan, terutama bagi segmen mikro.

Baca Juga:Kawasan Dadaha Tasikmalaya Terus Disorot! Sampah Menumpuk, Bahu Jalan Jadi ParkiranBotol Kaca Bekas Disulap Jadi Vas Bunga, UMB Dorong Gen-Z Raup Cuan dari Limbah

Kemudahan akses, proses yang cepat serta waktu layanan yang lebih panjang menjadi sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhannya.

Di tengah dinamika perbankan tersebut, pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan investor.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara menyampaikan, pertumbuhan investor pasar modal di Jawa Barat terus meningkat.

BEI juga menyoroti hadirnya instrumen baru berupa ETF emas. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap emas melalui mekanisme perdagangan di bursa, tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.

ETF emas perdana Indonesia resmi dicatatkan pada 10 Agustus 2026 dengan lima produk. Kelima produk tersebut diperdagangkan seperti ETF pada umumnya melalui bursa.

0 Komentar