NPL Mendekati Lampu Kuning, Mesin Kredit di Priangan Timur Tetap Tancap Gas

NPL perbankan Priangan Timur
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara saat memberikan penjelasan kepada jurnalis, Jumat (21/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Achmad menjelaskan, ETF merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa sehingga mekanismenya menyerupai transaksi saham.

Instrumen tersebut dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur emas dengan modal yang relatif terjangkau.

Namun, ia mengingatkan investor agar tidak menganggap emas sebagai jalan pintas untuk cepat kaya.

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Sebut Semua Calon Ketua Kadin Jagoan, Bursa Mukota V Mulai MemanasTiga Balon Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Tahapan Mukota Masuk Verifikasi

“Investasi emas bukan untuk kaya dalam satu malam, tapi untuk menjaga wealth dalam jangka panjang,” tuturnya.

BEI juga menegaskan ETF emas tetap memiliki risiko. Harga dapat berfluktuasi mengikuti harga emas dunia dan kondisi makroekonomi global, sementara risiko likuiditas, premium/discount, serta tracking error juga perlu diperhatikan investor.

Di sisi lain, OJK Tasikmalaya mencatat tantangan perlindungan konsumen masih cukup besar.

Hingga Juni 2026, terdapat 1.012 layanan konsultasi dan pengaduan, dengan pengaduan terbanyak berasal dari sektor fintech P2P lending.

Karena itu, penguatan literasi dan edukasi keuangan terus dilakukan. OJK Tasikmalaya mencatat 117 kegiatan edukasi dan literasi keuangan, termasuk GENIUS dan Training of Trainers (ToT).

Pesannya cukup sederhana: uang masyarakat terus bergerak, kredit masih tumbuh, investasi makin beragam. Tinggal memastikan laju tersebut tidak membuat rem kualitas kredit terlambat diinjak. (rezza rizaldi)

0 Komentar