Lewat PASKIBRA, Siswa SMK Al-Khoeriyah Tumbuhkan Disiplin dan Tanggung Jawab

Paskibra SMK Al-Khoeriyah Tasikmalaya
Siswa SMK Al-Khoeriyah saat menjadi petugas pengibar bendera dalam PASKIBRA Kecamatan Cibeureum, Senin (17/8/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Empat siswa SMK Al-Khoeriyah Kota Tasikmalaya dipercaya menjadi petugas pengibar bendera dalam Paskibra Kecamatan Cibeureum tahun 2026. Selain bertugas sebagai pengibar bendera, sejumlah siswa lainnya turut dilibatkan dalam kepanitiaan hingga menjadi pelatih.

Siswa yang dipercaya menjadi petugas Paskibra yakni Sipa Aulianti dan Zahra Luthfia dari kelas XI AKL, serta Yuni Agista dan Muhammad Ajri Saepi dari kelas XI TJKT. Sementara itu, Nurul Huda (XII TJKT), Ade Abdul Latif (XII PH), dan Muhammad Rafli (XII PH) turut berperan sebagai panitia dalam kegiatan PASKIBRA Kecamatan Cibeureum.

Pembina Ekstrakurikuler Paskibra SMK Al-Khoeriyah, Elsa Amalia, mengatakan keterlibatan para siswa tersebut tidak diperoleh secara instan. Mereka harus melewati sejumlah tahapan seleksi serta menjalani latihan secara rutin sebelum dipercaya menjalankan tugas.

Baca Juga:Kronologi Lengkap Perkelahian yang Menyebabkan Tukang Debus di Tasikmalaya Meninggal, Begini Versi PolisiBantah Pembunuhan, Kuasa Hukum Pelaku Sebut Kasus di Karangjaya Penganiayaan yang Sebabkan Korban Meninggal

Menurut Elsa, proses seleksi mencakup seleksi administrasi, pengukuran tinggi dan berat badan, tes psikologi, hingga seleksi baris-berbaris. Setelah dinyatakan lolos, siswa kemudian menjalani latihan untuk membangun kesiapan fisik dan mental.

“Kriteria utama adalah tinggi badan dan minat siswa. Namun, prosesnya tidak berhenti pada seleksi. Mereka harus mengikuti latihan dan membangun kesiapan fisik maupun mental sampai benar-benar siap menjalankan tugas,” ujar Elsa.

Persiapan tersebut juga menuntut komitmen para siswa untuk membagi waktu antara latihan dan kegiatan belajar di sekolah. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menjaga kondisi kesehatan di tengah padatnya aktivitas, sekaligus mengejar materi pembelajaran yang tertinggal saat mendapatkan dispensasi untuk mengikuti latihan Paskibra.

Untuk menjaga semangat siswa selama proses persiapan, Elsa memberikan dukungan secara mental dan membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi. Ia juga terus mengingatkan mereka terhadap tujuan yang telah ditetapkan sejak awal.

“Saya selalu mengingatkan mereka pada tujuan awal. Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan. Salah satu semboyan Paskibra yang selalu kami pegang adalah ‘Tabah Sampai Akhir’,” tuturnya.

Bagi Elsa, kepercayaan yang diberikan kepada siswa SMK Al-Khoeriyah menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih, keterlibatan siswa tidak hanya sebagai petugas pengibar bendera, tetapi juga mencakup peran lain dalam kegiatan tersebut.

0 Komentar