“Jangan di depan wungkul. Kita sebarkan,” katanya.
Dengan pola tersebut, lalu lintas, kantong parkir dan aktivitas perdagangan diharapkan ikut tersebar.
Untuk mendukung rekayasa tersebut, Pemkot Tasikmalaya menyiapkan sejumlah lokasi parkir off street, yakni halaman parkir Gedung GGM, halaman parkir GOR Susi Susanti, halaman parkir Gedung Kesenian dan Taman Parkir Kompleks Dadaha.
Sementara parkir on street disiapkan di sejumlah ruas sekitar kawasan, antara lain Jalan Dadaha, Jalan Lingkar Utara Dadaha dan Jalan Lingkar Selatan Dadaha.
Baca Juga:Pelatihan Karir UMB Dorong Siswa SMK Mitra Batik Siap Hadapi Dunia KerjaDesil Bukan Label Kaya, BPS Kota Tasikmalaya Ingatkan Data Penentu Subsidi Pertalite Harus Dibaca Hati-Hati
Gumilar memastikan rekayasa lalu lintas tersebut akan dievaluasi apabila dalam pelaksanaannya ditemukan persoalan.
“Betul, akan dievaluasi lagi,” katanya.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena rekayasa lalu lintas bukan hanya menyangkut kelancaran kendaraan, tetapi juga dampaknya terhadap pedagang, parkir dan aktivitas masyarakat.
Dengan demikian, jargon keramaian menyebar kini diuji di jalan. Sebab, ketika arus kendaraan disebar, yang ikut menyebar bukan hanya keramaian, tetapi juga potensi kepadatan, jarak tempuh dan kesabaran pengendara. (rezza rizaldi)
