Penjual Bendera dan Atribut Merah Putih di Garut Bergeser, Kini Jualan Online

Bendera
Penjual bendera dan atribut merah putih saat menjajakan benderanya di kawasan Simpang Lima Garut, Rabu 13 Agustus 2026.  (Agi Sugiana/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Aktivitas penjualan bendera dan atribut merah putih mulai nampak di Kabupaten Garut menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu karena, kini peta penjualan atribut merah putih mulai bergeser seiring bertransformasinya perilaku konsumen ke ranah digital. Namum tak jarang masih ada yang berjualan secara konvensional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Effendi mengatakan, pola transaksi pedagang bendera saat ini mengalami pergeseran cukup signifikan.

Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara

“Kalau untuk Agustus kali ini mungkin tidak jauh beda ya dengan Agustus sebelumnya,” ucapnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menyebut, penjualan para pedagang bendera dan atribut merah putih sudah bergeser. Yang semula offline, sekarang sudah banyak yang online.

Meski demikian, Ridwan Effendi menambahkan bahwa pola jualan tatap muka (offline) tidak sepenuhnya ditinggalkan.

Sebagian besar pedagang memilih memanfaatkan kedua strategi tersebut secara berdampingan untuk memperluas jangkauan pasar.

Ia menilai para pedagang bendera yang sebagian besar berasal dari sentra kerajinan bendera di Garut sudah beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan zaman dan kondisi pasar saat ini.

“Tapi tidak sedikit juga yang semulanya mereka offline, mereka pun juga ikut berjualan secara online,” katanya.

Sejauh ini, kata Ridwan, pihaknya belum mendapatkan keluhan ataupun pengaduan dari para pedagang. Ia melihat bahwa mereka sudah mulai beradaptasi dengan kondisi sekarang.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

Mengenai total volume produksi maupun jumlah pasokan bendera asal Garut yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, Ridwan mengaku belum memegang angka pasti secara detail.

Namun, ia memastikan kapasitas produksi perajin lokal sangat besar hingga mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional.

“Saya belum mendapatkan informasi secara khusus terkait dengan jumlahnya. Yang jelas, produksi bendera kita memang cukup besar sekali dan bisa memasok ke berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Ridwan juga menegaskan bahwa bisnis konveksi bendera dan umbul-umbul di Garut sebenarnya tidak hanya bergantung pada momentum musiman di bulan Agustus.

Permintaan dari berbagai instansi, lembaga, maupun swasta terus mengalir sepanjang tahun.

0 Komentar