RADARTASIK.ID – Polemik mengenai keputusan Ruben Amorim memberikan tambahan waktu libur kepada Mike Maignan dan Adrien Rabiot terus bergulir di internal AC Milan.
Dua pemain asal Prancis tersebut memang baru menyelesaikan tugas bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026, tetapi keputusan untuk memperpanjang masa libur hingga 16 Agustus menuai kritik dari sejumlah pihak.
Sebelumnya, Maignan dan Rabiot dijadwalkan kembali menjalani latihan lebih awal bersama rekan-rekannya.
Baca Juga:Inter Kebut Transfer Curtis Jones Usai Kirim Frattesi ke Lazio Siapa Rodrigo Mora? Calon Pemain Baru AS Roma yang Dijuluki Permata Portugal
Namun, keduanya mendapatkan tambahan beberapa hari untuk beristirahat setelah menjalani perjalanan panjang dan pertandingan Piala Dunia.
Keputusan tersebut disebut telah disepakati bersama klub dan Amorim. Meski demikian, Carlo Pellegatti, jurnalis yang dikenal dekat dengan AC Milan, mempertanyakan kebijakan tersebut.
Dalam kanal YouTube miliknya, Pellegatti menilai seharusnya Milan tidak memberikan tambahan hari libur kepada dua pemain penting tersebut.
Baginya, status Maignan sebagai kapten dan Rabiot sebagai salah satu pemain senior membuat keduanya seharusnya menjadi bagian penting dalam persiapan awal proyek baru Amorim.
“Sepertinya Amorim yang memberikan tambahan hari libur kepada Rabiot dan Maignan. Bagi saya tidak penting apakah itu Cardinale atau Amorim. Seharusnya tidak ada tambahan hari libur,” ujar Pellegatti.
Menurutnya, Milan seharusnya bisa mengambil pendekatan berbeda dengan memanfaatkan kedatangan Amorim sebagai alasan untuk meminta kedua pemain tersebut segera bergabung.
Pellegatti bahkan membandingkan kebijakan Milan dengan cara Inter Milan mengelola pemain-pemain yang baru menyelesaikan tugas bersama tim nasional.
Baca Juga:Direktur Como: Sepak Bola Modern Kunci Kebangkitan Klub ItaliaRavezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot”
Menurutnya, klub sebesar Milan harus memiliki pendekatan yang lebih tegas sekaligus mampu membangun komunikasi personal dengan pemain.
“Jika masih ada Adriano Galliani, dia mungkin akan menelepon Rabiot dan Maignan dan berkata: ‘Amorim membutuhkan kalian, dia ingin mengenal kalian. Daripada berlibur sebulan, lakukan seperti pemain Inter, kurangi beberapa hari liburan,’” kata Pellegatti.
“Begitulah seharusnya sebuah klub bergerak,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sebenarnya bukan sekadar mengenai beberapa hari tambahan liburan.
Pellegatti melihat keputusan tersebut sebagai gambaran mengenai karakter manajemen dan kepemimpinan di dalam klub.
