Menurut Ravezzani, sebuah klub besar membutuhkan figur yang bisa hadir setiap hari di Milanello dan menjadi titik referensi bagi para pemain.
Kritik Pellegatti dan Ravezzani pada dasarnya memiliki benang merah yang sama: Milan membutuhkan kepemimpinan yang lebih kuat.
Keputusan memberikan tambahan libur memang bukan pelanggaran aturan jika sudah disepakati klub.
Baca Juga:Inter Kebut Transfer Curtis Jones Usai Kirim Frattesi ke Lazio Siapa Rodrigo Mora? Calon Pemain Baru AS Roma yang Dijuluki Permata Portugal
Namun, persoalannya adalah bagaimana kebijakan tersebut dipersepsikan oleh ruang ganti dan suporter.
Milan saat ini sedang membangun proyek baru. Amorim membawa sistem 3-4-2-1 yang membutuhkan pemahaman taktik, intensitas, serta kedisiplinan tinggi.
Dalam kondisi seperti ini, waktu latihan bersama menjadi sangat berharga.
Kehadiran Maignan dan Rabiot lebih awal dapat membantu Amorim menjelaskan tuntutan sistemnya sekaligus membangun fondasi baru di ruang ganti.
Karena itu, Pellegatti menilai Milan seharusnya bisa mencontoh Inter dalam mengelola situasi serupa.
Pemain yang baru menyelesaikan tugas internasional memang membutuhkan istirahat, tetapi klub juga harus mampu menemukan keseimbangan antara kebutuhan pemain dan kepentingan tim.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang siapa yang benar atau salah mengenai tambahan empat hari libur.
Yang menjadi perhatian adalah bagaimana Milan membangun budaya profesional dan otoritas di bawah proyek baru Amorim.
Baca Juga:Direktur Como: Sepak Bola Modern Kunci Kebangkitan Klub ItaliaRavezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot”
Maignan dan Rabiot akan kembali pada 16 Agustus. Setelah itu, perhatian akan tertuju pada bagaimana keduanya merespons proyek baru Amorim dan apakah keterlambatan bergabung tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap persiapan Milan.
Bagi Rossoneri, musim baru tidak hanya membutuhkan pemain berkualitas. Milan juga membutuhkan kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang jelas, dan kesatuan antara manajemen, pelatih, serta ruang ganti.
Jika aspek tersebut tidak segera dibenahi, polemik kecil seperti tambahan libur Maignan dan Rabiot berpotensi berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar sepanjang musim.
