Terlebih lagi, Milan sedang memasuki era baru bersama Amorim. Pelatih asal Portugal itu membutuhkan waktu untuk mengenal para pemain, menjelaskan sistem permainan, serta membangun hubungan dengan sosok-sosok penting di ruang ganti.
Kehadiran Maignan dan Rabiot sejak awal persiapan dinilai bisa membantu proses tersebut.
Maignan dan Rabiot bersama Prancis menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris pada 18 Juli di Miami.
Baca Juga:Inter Kebut Transfer Curtis Jones Usai Kirim Frattesi ke Lazio Siapa Rodrigo Mora? Calon Pemain Baru AS Roma yang Dijuluki Permata Portugal
Setelah pertandingan tersebut, keduanya mendapatkan waktu istirahat tambahan sebelum kembali ke klub.
Jadwal kepulangan mereka ke Milanello akhirnya ditetapkan pada Minggu, 16 Agustus.
Milan memang memiliki alasan untuk memberikan waktu istirahat lebih kepada pemain yang baru menjalani turnamen besar dan keputusan tersebut tetap memunculkan reaksi negatif dari sebagian suporter.
Apalagi, kedua pemain memiliki posisi penting dalam proyek Milan.
Maignan merupakan kapten sekaligus salah satu pemain senior yang diharapkan menjadi pemimpin di ruang ganti.
Sementara Rabiot memiliki pengalaman besar di Serie A dan diharapkan menjadi salah satu pemain utama dalam sistem Amorim.
Karena itu, absennya mereka dalam fase awal persiapan dianggap tidak ideal.
Persoalan tambahan libur tersebut menjadi semakin sensitif karena Maignan sebelumnya juga menghadapi sejumlah isu sepanjang musim panas.
Penjaga gawang asal Prancis itu sempat menjadi sorotan terkait masa depannya setelah muncul ketertarikan dari klub Arab Saudi, termasuk Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Baca Juga:Direktur Como: Sepak Bola Modern Kunci Kebangkitan Klub ItaliaRavezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot”
Padahal, Maignan baru memperpanjang kontraknya bersama Milan hingga 2031 dan dipercaya menjadi kapten.
Kontrak tersebut dilaporkan bernilai sekitar €7 juta per musim termasuk bonus. Dengan kurs €1 = Rp20.000, angka tersebut setara dengan sekitar Rp140 miliar per tahun.
Milan tidak memiliki rencana mudah untuk melepas Maignan karena Amorim masih menganggapnya sebagai bagian penting dari proyek baru.
Namun, situasi kepulangannya yang ditunda kembali membuat pertanyaan mengenai hubungan antara pemain dan klub mencuat.
Direktur Telelombardia Fabio Ravezzani sebelumnya bahkan mengkritik lemahnya figur kepemimpinan di Milan.
Ia mempertanyakan siapa sosok yang mampu menelepon Maignan dan Rabiot untuk meyakinkan mereka mengikuti kepentingan klub.
