RADARTASIK.ID – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyampaikan prospek positif untuk kinerja paruh kedua 2026. Hal tersebut disampaikan manajemen dalam earnings call pada Selasa (11/8/2026) yang membahas kinerja semester pertama 2026 sekaligus outlook perseroan hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut terutama didorong peluang penambahan kontrak baru, peningkatan porsi pekerjaan internal, serta dimulainya aktivitas pertambangan untuk PT Sebuku Sejaka Coal.
Dilansir Stockbit, Manajemen DEWA menjelaskan adanya peningkatan nilai wajar investasi saham pada kuartal II 2026 yang berkaitan dengan kepemilikan investasi pada PT Pendopo Energi Batubara.
Baca Juga:Penjualan Ritel Juli 2026 Diproyeksi Tumbuh 0,9 Persen, Akhiri Tren Kontraksi 3 BulanKlaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Online, Peserta Tasikmalaya Diminta Manfaatkan Lapak Asik
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar, khususnya penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dibandingkan posisi saat penilaian investasi terakhir pada 2020.
Penilaian sebelumnya dilakukan bersamaan dengan pergantian auditor perseroan. Ke depan, proses penilaian investasi tersebut diperkirakan dilakukan secara berkala setiap tiga tahun.
Darma Henwa juga memberikan perkembangan terbaru terkait kontrak pekerjaan di PT Sebuku Sejaka Coal. Perseroan telah memulai aktivitas pengeboran di tambang tersebut sejak awal Agustus 2026.
Ruang lingkup pekerjaan DEWA di Sebuku Sejaka Coal diperkirakan lebih luas dibandingkan pekerjaan yang selama ini dilakukan pada anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.
Selain kegiatan pengupasan lapisan penutup atau overburden removal dan penggalian batu bara, DEWA juga akan menangani land clearing, pemeliharaan infrastruktur, serta aktivitas peledakan atau blasting.
Cakupan pekerjaan yang lebih luas tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan per bank cubic meter (bcm) yang lebih tinggi. Namun, peningkatan pendapatan per bcm tersebut belum secara otomatis berarti margin perseroan akan meningkat.
Untuk mendukung pekerjaan di Sebuku Sejaka Coal, DEWA memperkirakan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1 triliun. Pendanaan capex tersebut akan berasal dari kombinasi pinjaman bank dan vendor financing.
Baca Juga:Cuma Rp 36.800 Per Bulan, Pekerja Informal Tasikmalaya Bisa Dapat 3 Perlindungan BPJS KetenagakerjaanLaba Bersih ITMG Tumbuh 17 Persen pada Semester I 2026, Harga Minyak Jadi Tekanan
Pinjaman bank di antaranya akan didukung oleh konsorsium PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto, menilai, prospek DEWA pada semester II 2026 tetap positif. Salah satu faktor pendukungnya adalah peluang perseroan memperoleh tambahan kontrak pekerjaan di luar grup BUMI.
