TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 350 mahasiswa baru Program Studi Akuntansi mengikuti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (Ombus) tingkat jurusan pada 8-9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di tingkat program studi.
Tahun ini, Ombus Jurusan Akuntansi mengusung tema “Vidyakrama Garuda”. Tema ini berasal dari bahasa Sanskerta, yakni vidya yang berarti ilmu pengetahuan, krama berarti langkah atau perjalanan, sedangkan Garuda melambangkan kekuatan dan visi jauh ke depan.
Ketua Pelaksana Ombus Jurusan Akuntansi 2026, Syifa Kamila, mengatakan tema tersebut menggambarkan perjalanan mahasiswa sejak memasuki dunia perkuliahan hingga menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga:Prabowo, KDM (part 7): Penerjemah Program Presiden!Tim Pengabdian Dosen Unsil Tasikmalaya Digitalisasi Pelaporan Kesehatan di Puskesmas Kahuripan
Mahasiswa baru, kata Syifa, diharapkan mampu tumbuh secara bertahap melalui ilmu pengetahuan, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan pada akhirnya memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan setelah lulus.
“Kami ingin menggambarkan mahasiswa baru seperti Garuda yang terbang secara bertahap. Ketika masuk sebagai mahasiswa baru, mereka harus beradaptasi terlebih dahulu, kemudian menjadi mahasiswa tingkat akhir, hingga akhirnya lulus. Kami berharap ketika lulus nanti mereka bisa terbang layaknya Garuda, sehingga lebih siap dan lebih tangguh menghadapi berbagai permasalahan,” ujarnya.
Makna tersebut kemudian diterapkan dalam pembekalan yang diberikan kepada ratusan mahasiswa baru. Materi tidak hanya berisi pengenalan lingkungan dan identitas Jurusan Akuntansi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik yang akan mereka jalani selama kuliah.
Mahasiswa dikenalkan dengan dosen, sistem akademik, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan. Mereka juga diperkenalkan dengan komunitas yang dapat menjadi wadah untuk mengembangkan minat dan bakat di luar kegiatan perkuliahan.
Pembekalan itu sekaligus diarahkan untuk membantu mahasiswa mengenali berbagai pilihan selama menjalani kuliah. Mereka didorong untuk tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman di organisasi, kegiatan sosial maupun kewirausahaan.
“Kami ingin mahasiswa berani menentukan pilihan mereka, apakah ingin menjadi akademisi, aktif dalam organisasi, aktif dalam kegiatan sosial, atau menjadi wirausaha. Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka diharapkan sudah memiliki gambaran dan pemetaan yang jelas mengenai langkah selanjutnya,” ujarnya.
