Ia juga mengingatkan peserta bahwa jabatan administrator bukan sekadar posisi manajerial, melainkan amanah untuk memimpin perubahan.
“Di tengah dinamika birokrasi yang terus berkembang, kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, berbasis data, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun kepercayaan publik,” katanya.
“Karena itu, jadilah pemimpin yang tidak hanya mengelola pekerjaan dengan baik, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan yang berkelanjutan bagi kemajuan organisasi,” tambahnya.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan hasil pelatihan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi di masing-masing perangkat daerah.
“Saya meminta seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan melalui inovasi dan perubahan nyata di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Menurut Herdiat, pelatihan kepemimpinan tidak boleh berhenti sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata, tetapi harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Karena saya menilai tuntutan masyarakat terhadap birokrasi semakin tinggi. Pelayanan publik dituntut berlangsung lebih cepat, transparan, akuntabel, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang. Oleh karena itu, pejabat administrator dituntut memiliki kemampuan memimpin organisasi, membangun kolaborasi lintas sektor, sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (riz)
