30 ASN Lulus PKA, Disiapkan Jadi Pemimpin Perubahan di Lingkungan Pemkab Ciamis

Pemkab ciamis
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator angkatan I, Kamis (6/8/2026). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

“Nilainya digabungkan ada dari mentor, penguji, coach, pengamat kelas dan penyelenggara berbagai aspek itu diakumulasi muncul nilai peserta,” ujarnya.

Dari hasil penilaian tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus. Nilai tertinggi mencapai 92,78, sedangkan nilai terendah 88,92, dengan rata-rata nilai 90,76. Sebanyak 21 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan dan sembilan peserta meraih predikat memuaskan. “Semua peserta dinyatakan lulus,” katanya.

Ai Rusli berharap kompetensi para peserta meningkat setelah mengikuti PKA. Menurutnya, BKPSDM juga akan melakukan evaluasi lanjutan karena implementasi aksi perubahan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar

“Karena proyek aksi perubahan yang diusung oleh peserta ini sesuai temanya masing-masing, kami harapkan bisa kontribusi capaian visi-misi Bupati Kabupaten Ciamis,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat Dr Ika Mardiah MSi melalui Analis Pengembangan Kompetensi ASN Ahli Madya Drs H Jejen Hendra Permana MSi mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyelenggarakan PKA secara mandiri.

“Pelatihan ini merupakan investasi strategis dalam menyiapkan pemimpin birokrasi yang adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan mampu menghadirkan perubahan yang berdampak bagi organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari selesainya proses belajar, tetapi dari kemampuan peserta menerapkan kompetensi kepemimpinan melalui perubahan nyata di unit kerja.

“Oleh karena itu, hari ini bukanlah garis akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemimpin perubahan. Saya berharap seluruh proyek perubahan yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen pelatihan, tetapi menjadi inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai penjamin mutu pelatihan ASN di Jawa Barat, BPSDM juga mendorong BKPSDM Kabupaten Ciamis terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan.

“Komitmen tersebut hendaknya terus diperkuat melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kapasitas Widyaiswara, Coach, dan Mentor, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pendampingan pasca-pelatihan agar setiap proyek perubahan benar-benar memberikan dampak bagi organisasi. BPSDM Provinsi Jawa Barat akan terus mendampingi dan melakukan pembinaan agar kualitas penyelenggaraan pelatihan senantiasa meningkat sesuai standar yang ditetapkan LAN RI,” ujarnya.

0 Komentar