Andang menilai terpilihnya Desa Cimari sebagai Kampung Zakat menunjukkan kuatnya sinergi antara Baznas Kabupaten Ciamis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang terlibat.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya Desa Cimari sebagai lokasi Kampung Zakat. Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang terlibat,”katanya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi mampu berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para mustahik.
Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar
Andang juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk semakin meningkatkan kesadaran menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar pengelolaannya transparan dan tepat sasaran.
“Saya berpesan kepada BAZNAS Kabupaten Ciamis agar terus menjaga amanah masyarakat dengan menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta terus menghadirkan berbagai inovasi dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat,” katanya.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kecamatan Cikoneng dan Pemerintah Desa Cimari terus melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan Program Kampung Zakat agar berjalan sesuai tujuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Ciamis yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
Kepala Desa Cimari, Riky Aryana, menyatakan Desa Cimari siap menjalankan amanah sebagai Kampung Zakat ke-13 di Kabupaten Ciamis.
“Jadi perjalanan selanjutnya betul-betul harus saling bersama-sama untuk kesejahteraan,” ujarnya.
Riky menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Desa Cimari meningkat dari Rp13 juta menjadi Rp25 juta per bulan. Dana tersebut akan difokuskan pada program prioritas Kampung Zakat, meliputi bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, kesejahteraan guru ngaji, serta bantuan bagi fakir miskin.
Program tersebut di antaranya membantu warga sakit yang tidak mampu dan belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), memberikan insentif bagi guru ngaji, membantu biaya pendidikan santri dari keluarga kurang mampu, serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu.
Baca Juga:Deru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke LampungLangkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD Tasikmalaya
“Harapan ke depannya delapan asnaf yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil bisa terbantu dengan zakat infak sedekah ini,” katanya. (riz)
