Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi mampu menghadirkan jalan yang benar-benar nyaman dan tahan lama.
Mengingat ruas tersebut menjadi jalur alternatif yang dilintasi kendaraan kecil hingga truk setiap hari.
“Harapannya jalannya lebih bagus, awet, tidak cepat rusak lagi dan pengguna jalan jadi lebih nyaman,” harapnya.
Baca Juga:OJK Tasikmalaya Bentengi Guru dari Pinjol Ilegal dan Judi Online Lewat Program GENIUSKualitas Pembiayaan Jadi Motor Laba BTPN Syariah, Pembiayaan Tumbuh 9 Persen
Sebelumnya, Dinas PUTR Kota Tasikmalaya mengungkapkan rehabilitasi total Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk sebenarnya telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sejak 2025.
Nilai kebutuhan anggaran untuk rekonstruksi penuh mencapai sekitar Rp15,4 miliar.
Namun hingga kini belum ada kepastian sumber pembiayaan sehingga pekerjaan fisik diperkirakan paling cepat baru dapat direalisasikan pada 2027.
Sembari menunggu anggaran tersebut, pemerintah memilih melakukan pemeliharaan rutin sebagai solusi sementara agar kerusakan jalan tidak semakin meluas.
Sebab, di jalur perdagangan utama seperti Lingkar Pasar Cikurubuk, lubang yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menjadi “langganan” keluhan masyarakat setiap musim hujan. (rezza rizaldi)
