Menurut Tonton, capaian 44 labu darah merupakan hasil yang baik mengingat seluruh peserta harus melalui pemeriksaan kesehatan sehingga tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya.
Ia menambahkan, UDD PMI Kabupaten Tasikmalaya terus mengembangkan program jemput bola dengan mendatangi lembaga pendidikan, instansi, perusahaan, hingga pondok pesantren. Strategi tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan jumlah pendonor aktif sekaligus memperkuat cadangan darah di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kalangan santri memiliki potensi yang sangat besar menjadi pendonor darah sukarela. Selain membantu memenuhi stok darah, kegiatan ini juga menjadi media pendidikan karakter agar mereka memiliki kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan sejak usia muda,” ujarnya.
Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga
Tonton mengatakan kebutuhan darah di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung setiap hari sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Darah yang terkumpul akan melalui proses pemeriksaan laboratorium sebelum disalurkan kepada pasien yang membutuhkan, baik untuk tindakan operasi, kecelakaan, persalinan maupun pengobatan berbagai penyakit.
Melalui sinergi antara PMI dan Pondok Pesantren Suryalaya, ia berharap budaya donor darah terus tumbuh di kalangan generasi muda.
“Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan demi menjaga ketersediaan darah dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkasnya. (obi)
