Edukasi Gizi Jadi Senjata Lawan Stunting, Poltekkes Tasikmalaya Dorong Keluarga Manfaatkan Pangan Lokal

edukasi gizi untuk keluarga balita stunting
Edukasi dan pendampingan kepada keluarga soal stunting yang dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di Puskesmas Kersanagara. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Tasikmalaya tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah.

Edukasi dan pendampingan kepada keluarga menjadi salah satu amunisi penting agar persoalan gizi tidak terus berulang dari generasi ke generasi.

Berangkat dari hal itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan pendampingan bagi keluarga balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Tambal Sulam Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Dimulai, Semoga AwetOJK Tasikmalaya Bentengi Guru dari Pinjol Ilegal dan Judi Online Lewat Program GENIUS

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Marianawati Saragih S.ST., M.Gizi bersama anggota Tita Kartika Dewi M.Kes dan Samuel S.K.M., M.Gizi.

Pendampingan melibatkan ibu balita, kader posyandu, tenaga pelaksana gizi, dosen, hingga mahasiswa. Kolaborasi itu menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada penanganan stunting.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Marianawati Saragih S.ST., M.Gizi, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi balita sekaligus memberikan keterampilan mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Melalui penyuluhan gizi dan demonstrasi pembuatan nugget ayam berbahan pangan lokal sumber protein hewani, kami ingin memberikan pemahaman bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Yang terpenting adalah pemanfaatan bahan pangan yang tersedia dengan cara pengolahan yang tepat,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai pencegahan stunting, tetapi juga mengikuti praktik langsung membuat nugget ayam sebagai alternatif menu bergizi untuk balita.

Menu tersebut dipilih karena mudah dibuat, memiliki kandungan protein hewani yang baik, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Marianawati menjelaskan antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan stunting.

Baca Juga:Kualitas Pembiayaan Jadi Motor Laba BTPN Syariah, Pembiayaan Tumbuh 9 PersenGerakan Pangan Murah di Tamansari Tasikmalaya Jawab Tantangan Harga! Kolaborasi DPR RI, DPD RI dan Pemkot

Berdasarkan hasil evaluasi, pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan setelah mengikuti edukasi yang diberikan.

Menurutnya, perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi yang sehat.

Sebab, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, melainkan juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kemandirian keluarga dan kader posyandu dalam menerapkan pola makan bergizi bagi balita. Pendampingan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar upaya pencegahan stunting benar-benar memberikan dampak,” katanya.

0 Komentar