Sebaliknya, Claudio Ranieri menerima ajakan bekerja sama dan sepakat dengan keputusan menunjuk Mancini.
Roy Keane: Sikap Mereka Sangat Kekanak-kanakan
Dari Inggris, Roy Keane ikut memberikan komentar pedas mengenai mundurnya Maldini dan Leonardo.
Legenda Manchester United itu mengaku sangat kecewa dengan keputusan kedua legenda AC Milan tersebut.
Baca Juga:Calamai Tak Senang Mancini Jadi Pelatih Timnas Italia: Pergi ke Arab demi Uang Adalah PengkhianatanOpenda Jadi Korban Cuci Gudang Juventus
“Saya sama sekali tidak menyukai perilaku Maldini dan Leonardo. Menurut saya itu benar-benar kekanak-kanakan,” kata Keane.
Ia menilai seorang pemimpin tidak seharusnya meninggalkan proyek besar hanya karena gagal mendapatkan kandidat pelatih yang diinginkan.
“Anda tidak bisa meninggalkan sebuah proyek hanya karena pelatih favorit Anda tidak terpilih,” kecamnya.
Keane menambahkan bahwa sepak bola Italia saat ini membutuhkan figur-figur yang mampu bertanggung jawab dan menjaga stabilitas organisasi, bukan justru memperkeruh keadaan.
“Italia membutuhkan orang-orang yang berani memikul tanggung jawab dan mampu memberikan keseimbangan. Mundur hanya setelah 17 hari mengirimkan pesan yang salah kepada semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut,” tegasnya.
Pengunduran diri Maldini dan Leonardo memang menjadi salah satu isu terbesar dalam sepak bola Italia beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, jurnalis senior Italia Luca Calamai juga mengkritik keras keputusan Maldini yang dinilai terlalu kaku dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga:Beppe Riso Ingin Temui Manajemen Inter Milan, Frattesi Buka Peluang Hijrah ke Liga InggrisJuventus Ngebut Datangkan Joshua Zirkzee, Ini Syarat yang Diminta Manchester United
Calamai bahkan menyebut Maldini melakukan beberapa kesalahan penting, mulai dari terlalu cepat mengumumkan ketertarikan kepada Pep Guardiola sebelum ada kesepakatan resmi, menghubungi Carlo Ancelotti yang masih melatih Timnas Brasil, hingga gagal menemukan kompromi terkait sosok pelatih baru selain Andrea Pirlo dan Thiago Motta.
Kini, dengan Roberto Mancini resmi kembali menangani Timnas Italia dan Claudio Ranieri dipercaya sebagai direktur teknis, FIGC berharap polemik tersebut segera berakhir agar fokus dapat kembali diarahkan pada persiapan menghadapi kompetisi internasional.
Meski demikian, kritik terhadap proses pergantian pelatih dan mundurnya Paolo Maldini serta Leonardo diperkirakan masih akan terus bergema.
Banyak pihak menilai proyek pembaruan sepak bola Italia kehilangan dua nama besar, sementara sebagian lainnya justru mendukung langkah Malagò yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan tim nasional dibanding kepentingan individu.
